PARADAPOS.COM - Pengurus Pusat Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) masa khidmat 2026–2032 resmi dilantik di Purwakarta, Jawa Barat, pada Kamis, 23 Juli 2026. Pelantikan yang dipimpin oleh Ketua Dewan Pembina, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, ini menandai dimulainya periode kepengurusan baru yang akan fokus pada penguatan organisasi, tata kelola kelembagaan, dan kolaborasi lintas sektor. Ketua Umum Pengurus Pusat PABPDSI, Fery Radiansyah, menegaskan bahwa periode sebelumnya merupakan fase konsolidasi dan perjuangan untuk membangun eksistensi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di seluruh Indonesia.
Fokus Baru Kepengurusan: Modernisasi dan Profesionalisme
Fery Radiansyah menjelaskan bahwa kepengurusan periode 2026–2032 akan diarahkan pada penguatan tata kelola organisasi yang lebih modern, profesional, akuntabel, dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas anggota BPD serta penguatan kemitraan dengan berbagai kementerian, lembaga, perguruan tinggi, BUMN, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
"Periode pertama adalah masa konsolidasi dan perjuangan. Kami membangun organisasi dari berbagai daerah menjadi satu kekuatan nasional, memperjuangkan penguatan posisi BPD, serta aktif memberikan kontribusi terhadap lahirnya berbagai perubahan kebijakan yang berkaitan dengan desa. Fondasi organisasi telah berhasil kita bangun bersama," kata Fery dalam keterangan pers usai pelantikan.
Suasana di lokasi pelantikan tampak khidmat. Para pengurus yang baru dilantik terlihat serius mengikuti rangkaian acara, menandai awal dari babak baru perjuangan organisasi. Fery kemudian membandingkan periode pertama dengan masa depan organisasi.
"Jika enam tahun pertama adalah masa membangun fondasi organisasi, maka enam tahun ke depan adalah masa memperkuat bangunan itu. Kami ingin menghadirkan organisasi yang profesional, adaptif, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam setiap agenda pembangunan desa," ungkapnya.
Delapan Satuan Tugas untuk Percepatan Pembangunan Desa
Sebagai langkah konkret, PABPDSI membentuk delapan Satuan Tugas Nasional (Satgas Asta Cita Desa) yang akan mendukung pelaksanaan berbagai program pembangunan di tingkat desa. Fery menilai desa memiliki peran penting dalam pembangunan nasional sehingga perlu didukung tata kelola yang transparan dan partisipatif.
"Kami meyakini bahwa keberhasilan Indonesia sangat ditentukan oleh keberhasilan desa. Karena itu, desa harus menjadi ujung tombak pembangunan nasional. BPD sebagai representasi masyarakat desa memiliki peran strategis dalam memastikan pembangunan berjalan transparan, partisipatif, akuntabel, dan benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat," jelasnya.
Delapan satgas tersebut akan memperkuat sinergi dengan kementerian dan lembaga dalam berbagai bidang. Bidang-bidang itu meliputi penguatan ekonomi desa, ketahanan pangan, pengawasan pembangunan, pemberdayaan masyarakat, inovasi desa, kewaspadaan desa, serta peningkatan tata kelola pemerintahan desa. Dengan adanya satgas ini, diharapkan program-program pembangunan desa dapat berjalan lebih terarah dan terukur.
Ajakan untuk Soliditas dan Peran Strategis
Di akhir keterangannya, Fery mengajak seluruh jajaran PABPDSI menjaga soliditas organisasi serta memperkuat peran organisasi dalam mendukung pembangunan desa. Ia menekankan bahwa PABPDSI harus menjadi lebih dari sekadar wadah aspirasi.
"PABPDSI harus hadir bukan hanya sebagai organisasi yang menyuarakan aspirasi anggota BPD, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah yang mampu menghadirkan solusi, membangun kolaborasi, serta memastikan setiap kebijakan nasional dapat diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat desa. Dari desa yang kuat, kita membangun Indonesia yang lebih maju, berdaulat, dan sejahtera," ujar Fery.
Pernyataan ini disambut dengan antusiasme oleh para pengurus yang hadir. Mereka sepakat bahwa periode kepengurusan ini adalah momentum untuk membuktikan bahwa PABPDSI adalah organisasi yang matang dan siap berkontribusi secara nyata bagi kemajuan desa-desa di Indonesia.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
China Siap Fasilitasi Penghentian Konflik AS-Iran di Tengah Runtuhnya Gencatan Senjata
Empat SD Negeri di Ponorogo Nihil Pendaftar, Pemkab Kaji Regrouping Sekolah
3.200 Pemukim Israel Serbu Masjid Al-Aqsa saat Perayaan Yahudi Tisha BAv, Otoritas Palestina Kecam Eskalasi Berbahaya
CNGR Indonesia Buka Peluang Kolaborasi dengan Metro TV untuk Dorong Hilirisasi Nikel Berkelanjutan