87 Pelaku Usaha Asing Minati Kopi Indonesia di Pameran Belgia, Transaksi Capai Rp194 Miliar

- Jumat, 24 Juli 2026 | 02:25 WIB
87 Pelaku Usaha Asing Minati Kopi Indonesia di Pameran Belgia, Transaksi Capai Rp194 Miliar

PARADAPOS.COM - Sebanyak 87 pelaku usaha dari berbagai negara menyatakan minat untuk menjajaki kerja sama lanjutan terkait produk kopi Indonesia di pameran World of Coffee (WOC) 2026 di Belgia. Potensi transaksi yang tercipta dari ajang tersebut mencapai 10,8 juta dolar AS, atau setara dengan Rp194,2 miliar. Angka ini menjadi indikasi kuat bahwa kopi Nusantara masih memiliki daya tarik tinggi di pasar Eropa, terutama di Belgia yang berfungsi sebagai pusat distribusi utama.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menegaskan bahwa partisipasi dalam pameran semacam ini bukan sekadar seremonial. Menurutnya, ini adalah langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi pasar kopi di Belgia dan kawasan Eropa secara keseluruhan.

"Pameran di Eropa merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mempromosikan kopi Indonesia. Kopi merupakan komoditas ekspor terbesar Indonesia ke Belgia. Terlebih lagi, Belgia juga berperan sebagai hub distribusi ke pasar Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Paviliun Indonesia dan Ragam Kopi Specialty yang Dipamerkan

Dalam pameran tersebut, Paviliun Indonesia menampilkan sebelas pelaku usaha kopi. Mereka membawa kopi specialty arabika yang berasal dari daerah-daerah penghasil kopi terbaik di tanah air, seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.

Setiap daerah menawarkan karakteristik rasa yang berbeda. Mulai dari tekstur dan tingkat kekentalan, kadar asam, hingga jejak rasa yang tertinggal setelah diseruput—yang dalam istilah teknis disebut aftertaste. Variasi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung stan Indonesia.

Peluang Besar di Tengah Tantangan Pengenalan Merek

Atase Perdagangan RI di Brussel, Lusyana Halmiati, mengamati bahwa masyarakat Eropa kini semakin akrab dengan kopi specialty. Tren kedai kopi spesial dan kebiasaan menyeduh kopi sendiri di rumah turut mendorong permintaan akan produk-produk berkualitas tinggi.

"Sebagai pasar kopi terbesar di dunia dengan 24 persen konsumsi kopi global, Eropa membuka peluang yang besar bagi kopi Indonesia. Namun, secara umum kopi Indonesia belum terlalu dikenal luas dibandingkan kopi asal negara-negara produsen besar dunia lainnya," kata Lusyana.

Meski demikian, respons dari para pembeli potensial cukup positif. Mereka mengapresiasi kesempatan untuk mencicipi langsung berbagai jenis kopi dari berbagai daerah di Indonesia. Mayoritas dari mereka menilai bahwa kopi Indonesia memiliki cita rasa yang seimbang, karakter yang khas, dan latar belakang cerita yang menarik.

Data Ekspor dan Peran Belgia sebagai Hub Eropa

Data menunjukkan bahwa kopi merupakan komoditas ekspor terbesar Indonesia ke Belgia. Pada 2025, nilai ekspor kopi Indonesia ke Belgia mencapai 320 juta dolar AS. Sementara itu, total ekspor kopi Indonesia ke Uni Eropa tercatat sebesar 752 juta dolar AS. Fakta bahwa ekspor ke Belgia mencapai hampir setengah dari total ekspor ke Uni Eropa menegaskan peran Belgia sebagai pintu gerbang distribusi ke pasar Eropa yang lebih luas.

Secara keseluruhan, total perdagangan Indonesia-Belgia pada Januari hingga Mei 2026 mencapai 878,2 juta dolar AS. Rinciannya, ekspor Indonesia ke Belgia sebesar 689,9 juta dolar AS, sementara impor dari Belgia mencapai 188,3 juta dolar AS. Dengan demikian, Indonesia mencatatkan surplus sebesar 501,6 juta dolar AS dalam periode tersebut.

Jika melihat data tahun sebelumnya, pada 2025 total perdagangan kedua negara mencapai 2,41 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia ke Belgia tercatat sebesar 1,90 miliar dolar AS, sedangkan impor dari Belgia sebesar 505,8 juta dolar AS. Surplus yang diraih Indonesia pun lebih besar, yakni 1,39 miliar dolar AS.

Selain kopi, ekspor utama Indonesia ke Belgia meliputi alas kaki; teh dan rempah-rempah; besi dan baja; bahan bakar mineral; serta mesin dan peralatan listrik. Sementara itu, impor Indonesia dari Belgia antara lain susu, mentega, telur; mesin-mesin dan pesawat mekanik; bahan kimia organik; produk industri farmasi; serta plastik dan barang dari plastik.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar