PARADAPOS.COM - Sebuah kafe baru bernama Nawang Senja di kawasan Pantai Glagah Indah, Kulon Progo, Yogyakarta, tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta wisata. Berbeda dengan dugaan banyak orang yang menyebutnya mirip Bali, tempat ini justru mengusung konsep kafe tropis sederhana dengan material ramah lingkungan. Terletak tak jauh dari Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), kafe ini menawarkan pengalaman unik mulai dari berburu matahari terbenam di laut lepas hingga konsep "grounding" di atas pasir hitam. Buka setiap pukul 15.00 hingga 21.00 WIB, Nawang Senja hadir sebagai alternatif "healing" bagi warga Yogyakarta dan sekitarnya tanpa perlu terbang jauh.
Kafe Tropis Sederhana yang Estetik
Meskipun banyak yang menyebut tempat ini mirip destinasi wisata di Pulau Dewata, pemiliknya justru memiliki visi yang berbeda. Bangunan non-permanen yang terbuat dari kayu dan bambu menjadi ciri khas utama. Kombinasi antara pasir hitam eksotis dan hamparan lautan lepas di depan mata langsung mencuri perhatian siapa pun yang datang.
"Kita buka kiblatnya bukan Bali sebenarnya. Dengan kesederhanaan, awalnya saya bikin pakai bambu waktu itu. Tapi beberapa teman ada yang menyumbang sedikit ada ornamen-ornamen seperti Bali. Jujur kami nggak tahu banyak tentang budaya Bali," kata Owner Nawang Senja, Awang.
Spot Sunset Langsung ke Laut Lepas
Daya tarik utama tempat ini jelas terletak pada momen senja. Saat cuaca sedang bersahabat, pengunjung bisa menyaksikan matahari tenggelam tepat di garis cakrawala. Pemandangan di ufuk barat itu terasa magis, cocok dinikmati sambil ngobrol santai bersama teman atau sekadar "me-time".
"Puncak pengunjung itu ada di jam 5 sore, karena mendekati "golden sunset". Anda akan mendapatkan "sunset" terbaik di sini, seperti indahnya lukisan Tuhan, ada matahari yang terbenam di atas lautan," tambah Awang.
Konsep Grounding untuk Rilis Stres
Nawang Senja bukan sekadar tempat nongkrong atau berfoto. Kafe ini sengaja dirancang sebagai ruang pelepas stres. Konsep unik bernama "grounding" menjadi andalan. Pengunjung dianjurkan melepas alas kaki selama berada di area kafe, agar bisa merasakan langsung tekstur dan kehangatan pasir pantai hitam.
"Saya anjurkan para konsumen untuk melepas alas kaki. Pasir hitam tidak seindah pasir putih, tapi punya banyak kekuatan seperti pasir besinya. Bisa di-"searching" kenapa manusia itu butuh "grounding". Menselaraskan diri dengan bumi, dan momennya itu pas banget kalau di pasir hitam," ujarnya.
Menu Unik Kombucha Buatan Sendiri
Nongkrong lama di sini tidak akan membuat kantong bolong. Nawang Senja menyediakan beragam pilihan minuman dan makanan dengan harga yang ramah. Menu andalan yang patut dicoba adalah Kombucha, minuman fermentasi teh hitam yang diproduksi sendiri.
"Kita ada menu andalan, yaitu Kombucha, minuman kesehatan probiotik yang jarang orang jual. Jadi kita jual dan kita kemas sebagai menu "signature"-nya Nawang Senja," jelas Awang.
Lokasi dan Jam Buka
Bagi yang penasaran, Nawang Senja beralamat di kawasan barat Pantai Glagah, Kecamatan Temon, Kulon Progo, Yogyakarta. Akses menuju lokasi terbilang mudah. Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIB, waktu yang paling pas untuk menikmati momen "golden hour" sambil melepas penat.
Editor: Bagus Kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
PHR Catat Produksi Awal 2.035 Barel Per Hari dari Sumur Menggala South-21, Water Cut 0 Persen
Grand Hyatt Jakarta Luncurkan Kamar Tematik Minions & Monsters untuk Libur Sekolah
Kejati Sulut Sita Rp18 Miliar dan Emas 98 Gram dari Rumah Mewah Pengusaha di Manado Terkait Korupsi Tambang
Pakar Hukum Desak Kejagung Libatkan KPK Usut Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah