Populasi Kambing Peranakan Etawa di Gunungkidul Naik 52 Persen Berkat Program TJSL PLN EPI

- Jumat, 24 Juli 2026 | 07:50 WIB
Populasi Kambing Peranakan Etawa di Gunungkidul Naik 52 Persen Berkat Program TJSL PLN EPI
PARADAPOS.COM - Program budi daya kambing perah Peranakan Etawa (PE) yang dijalankan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Energi mulai menunjukkan hasil nyata di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam waktu sekitar dua tahun, populasi ternak di Kelompok Gapoktan Tani Mulya Kalurahan Gombang meningkat 52 persen, dari 21 ekor menjadi 32 ekor. Selain pertumbuhan populasi, program ini juga mulai memberikan tambahan pendapatan bagi para peternak serta membangun sistem peternakan terintegrasi berbasis ekonomi sirkular.

Dampak Nyata di Lapangan

Masyarakat setempat merasakan langsung perubahan sejak program ini bergulir pada Januari 2024. Awalnya, PLN EPI menyalurkan masing-masing 21 ekor kambing Peranakan Etawa kepada Gapoktan Tani Mulya Kalurahan Gombang dan Gapoktan Asem Mulya Kalurahan Karangasem. Pendekatan ini memanfaatkan potensi lokal sebagai penggerak ekonomi warga. Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menjelaskan bahwa keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan energi. Program Desa Berdaya Energi merupakan komitmen perusahaan dalam membangun kemandirian masyarakat melalui pengembangan potensi lokal yang terintegrasi dengan prinsip keberlanjutan. "Program Desa Berdaya Energi menjadi salah satu upaya kami untuk membangun ekosistem yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan melalui pengembangan peternakan terintegrasi dengan penanaman tanaman biomassa," ujar Mamit dalam keterangan tertulis, Jumat, 24 Juli 2026.

Manfaat Ekonomi dan Sirkularitas

Selain meningkatnya populasi ternak, program ini mulai memberikan manfaat ekonomi yang konkret. Masing-masing kelompok peternak memperoleh tambahan pendapatan sebesar Rp1,5 juta dari hasil budidaya kambing PE. Sementara itu, produksi susu kambing masih diprioritaskan untuk mempercepat proses pengembangbiakan ternak. Menurut Mamit, budidaya kambing etawa tidak berhenti pada peningkatan jumlah ternak. Kegiatan ini diarahkan untuk membangun rantai nilai yang memberikan manfaat berkelanjutan. Limbah peternakan diolah menjadi pupuk organik, yang kemudian digunakan untuk membudidayakan tanaman biomassa seperti kaliandra dan indigofera. "Kemudian daun dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak sehingga membentuk siklus produksi yang efisien, bernilai ekonomi, dan ramah lingkungan. Serta susu kambing dimanfaatkan untuk bahan baku coklat dan penanggulangan stunting," ungkapnya.

Pelatihan dan Pendampingan untuk Peternak

Ketua Gapoktan Tani Mulya Kalurahan Gombang, Satiman, mengaku program yang dijalankan PLN EPI telah membawa perubahan positif bagi kelompok tani dan peternak di desanya. Ia menekankan bahwa bantuan tidak hanya berupa kambing etawa, tetapi juga pelatihan dan pendampingan yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar. "Kami mendapatkan pelatihan dan pendampingan mengenai cara beternak yang baik, pembuatan pupuk organik, hingga tanaman biomassa seperti Indigofera. Dengan sistem yang saling terintegrasi ini, masyarakat memiliki peluang memperoleh tambahan pendapatan sekaligus mengembangkan usaha peternakan yang lebih berkelanjutan," ujar Satiman. Program Desa Berdaya Energi menjadi bukti kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lokal menjadi sumber nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan. Upaya ini memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar