BRI JF3 Fashion Festival 2026 Resmi Digelar, Libatkan 50 Desainer Global dan Fokus pada Pengembangan Talenta Sepanjang Tahun

- Jumat, 24 Juli 2026 | 10:50 WIB
BRI JF3 Fashion Festival 2026 Resmi Digelar, Libatkan 50 Desainer Global dan Fokus pada Pengembangan Talenta Sepanjang Tahun
PARADAPOS.COM - BRI JF3 Fashion Festival 2026 resmi digelar di Jakarta pada 22-29 Juli 2026, menghadirkan lebih dari 50 desainer dari Indonesia, Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Eropa. Mengusung tema "Re-crafted: Shaping the Future", acara yang berlangsung di Fashion Tent Summarecon Mall Kelapa Gading ini tidak hanya menjadi panggung peragaan busana, tetapi juga ajang strategis untuk memperkuat ekosistem industri fesyen nasional. Festival ini dirancang sebagai wadah kolaborasi yang menghubungkan para pelaku industri dengan pengetahuan, jejaring, akses pasar, dan peluang pengembangan bisnis demi mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Fokus pada Pengembangan Talenta Sepanjang Tahun

Pengembangan sumber daya manusia menjadi denyut nadi utama penyelenggaraan festival ini. Berbeda dengan perhelatan tahunan pada umumnya, program pembinaan di JF3 tidak hanya berlangsung selama tujuh hari pameran, tetapi berjalan sepanjang tahun. Suasana di area konferensi pers pagi itu terasa hangat ketika para panitia memaparkan rentetan agenda yang telah dan akan dijalankan. Advisor JF3 Fashion Festival, Thresia Mareta, menjelaskan secara rinci mengenai program-program unggulan yang menjadi tulang punggung festival ini. Ia menekankan bahwa inisiatif yang dijalankan tidak hanya berfokus pada perancang busana, melainkan juga seluruh elemen pendukung industri. "Program kita banyak dan berjalan sepanjang tahun. Ada Future Fashion Designer, Program Pintu yang kini berkembang dari Pintu Incubator menjadi Pintu Accelerator dan Pintu Residency. Kami juga punya Model Search dan JF3 Face Icon. Yang kami angkat bukan hanya desainer, tetapi juga seluruh ekosistem pendukung industri fesyen," ungkap Thresia dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat 24 Juli 2026.

Kolaborasi Lintas Negara Semakin Solid

Semarak festival tahun ini juga diwarnai oleh penguatan hubungan internasional. Deretan desainer nasional seperti Titis Saputra, Hartono Gan, Amat Syamsuri Muda, Andreas Basuki, dan Lakon Indonesia berjejer dengan nama-nama dari mancanegara. Pertukaran ide dan jejaring di kawasan Asia pun menjadi salah satu misi utama yang diusung. Chairman JF3 Fashion Festival, Soegianto Nagaria, mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan negara-negara mitra terus menunjukkan perkembangan positif. Ia menyoroti hubungan yang paling erat terjalin dengan Prancis, namun peluang kerja sama dengan Korea Selatan dan negara-negara Asia Tenggara juga semakin terbuka lebar. "Sekarang hubungan yang paling solid memang dengan Prancis, tetapi pintu kolaborasi dengan Korea Selatan dan Asia Tenggara juga semakin terbuka. Tahun ini para desainer mampu menghasilkan karya yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan itu membuat kami semakin semangat untuk mendukung mereka," ujar Soegianto.

Apresiasi dari Pemerintah Daerah

Langkah strategis dalam memperkuat industri fesyen nasional ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang hadir dalam pembukaan festival, menilai bahwa sektor ekonomi kreatif, khususnya fesyen, memiliki potensi besar sebagai motor penggerak perekonomian ibu kota. Ia menyoroti konsistensi penyelenggaraan acara yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade. "Saya sebagai Gubernur Jakarta sungguh-sungguh ingin mendorong kreativitas di Jakarta menjadi salah satu engine of growth ekonomi kita. Fashion menjadi salah satu sektor utamanya. Selama 22 tahun acara ini diselenggarakan secara konsisten dan antusiasme masyarakat sangat baik," kata Pramono. Dengan rangkaian program yang terstruktur dan dukungan dari berbagai pihak, BRI JF3 Fashion Festival 2026 menegaskan perannya sebagai platform yang tidak hanya membangun talenta, tetapi juga memperluas kolaborasi dan mendorong daya saing industri fesyen Indonesia di tingkat regional maupun global.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar