PARADAPOS.COM - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh meluncurkan program uji coba penempatan pegawai negeri yang lebih dekat dengan domisili dan keluarga. Langkah ini diambil setelah tercatat 1.285 peserta lolos seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2024 memilih mengundurkan diri akibat persoalan lokasi penempatan. Program bertajuk “Mendekatkan Pada Domisili dan Mendekatkan Pada Keluarga” ini saat ini baru diterapkan di lingkungan internal BKN, meliputi kantor pusat, kantor regional, dan unit pelaksana teknis.
Latar Belakang Kebijakan: Menekan Angka Pengunduran Diri CPNS
Fenomena pengunduran diri massal peserta CPNS 2024 menjadi pemicu utama lahirnya kebijakan ini. Dari data internal BKN, ribuan pelamar yang sudah dinyatakan lulus memilih mundur karena penempatan yang dianggap terlalu jauh dari tempat tinggal atau keluarga. Situasi ini menimbulkan kerugian, baik dari sisi waktu seleksi maupun anggaran negara.
Zudan menilai bahwa persoalan penempatan yang tidak sesuai domisili kerap menjadi hambatan serius. Banyak pegawai potensial yang akhirnya mengorbankan kesempatan berkarier demi tetap dekat dengan keluarga. Oleh karena itu, BKN mencoba pendekatan baru yang lebih manusiawi tanpa mengorbankan prinsip kepegawaian nasional.
Keseimbangan Hidup dan Produktivitas Kerja
Kebijakan ini didasari oleh keyakinan bahwa keseimbangan antara kehidupan keluarga dan pekerjaan—atau yang dikenal dengan istilah "work-life balance"—dapat meningkatkan motivasi dan produktivitas pegawai. Zudan menjelaskan bahwa pegawai yang tinggal dekat dengan keluarga cenderung memiliki stabilitas emosional yang lebih baik, sehingga fokus kerja pun meningkat.
“Sekaligus mengurangi beban biaya transportasi dan akomodasi akibat tinggal berjauhan dari keluarga,” ujar Zudan di Jakarta, Minggu (26/7).
Pernyataan itu menegaskan bahwa program ini tidak hanya menyentuh aspek psikologis, tetapi juga ekonomi rumah tangga pegawai. Biaya pulang-pergi yang tinggi selama ini menjadi keluhan klasik, terutama bagi mereka yang harus bekerja lintas provinsi.
Dukungan dari DPR: Apresiasi dan Catatan Kritis
Langkah BKN ini mendapat sambutan dari Komisi II DPR RI. Anggota Komisi II, Muhammad Khozin, menyatakan dukungannya terhadap uji coba penempatan ASN sesuai domisili. Menurutnya, kebijakan ini merupakan terobosan yang patut diapresiasi karena mendekatkan ASN dengan keluarga sekaligus mengurangi beban pengeluaran.
“Terobosan Kepala BKN untuk uji coba penempatan ASN sesuai dengan domisili agar dekat dengan keluarga dan mengurangi pengeluaran patut diapresiasi,” kata Khozin.
Namun, Khozin juga mengingatkan bahwa pelaksanaan uji coba ini tidak boleh keluar dari semangat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN. Salah satu ketentuan pokok dalam undang-undang tersebut menyebutkan bahwa setiap pegawai ASN harus bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.
Transformasi Budaya dan Pemerataan Kualitas SDM
Khozin menambahkan, sistem penempatan ASN harus dimaknai sebagai bagian dari transformasi budaya, pengalaman, dan peningkatan kecakapan antar-ASN. Jika kebijakan ini tidak dijalankan dengan hati-hati, dikhawatirkan akan terjadi ketimpangan kualitas sumber daya manusia antara Jawa dan luar Jawa, atau antara daerah maju dan daerah tertinggal.
“Kami menunggu hasil evaluasi dari uji coba yang dilakukan di internal BKN. Rencana kebijakan mesti dilakukan dengan dasar kajian yang presisi dan tetap dalam koridor UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN,” ujarnya.
Evaluasi dan Langkah Selanjutnya
Sampai saat ini, BKN masih dalam tahap awal uji coba di lingkungan internal. Belum ada keputusan resmi mengenai perluasan program ke instansi lain. Zudan menekankan bahwa semua rencana kebijakan akan melalui kajian yang mendalam agar tidak bertentangan dengan regulasi yang berlaku.
Dengan pendekatan yang lebih dekat ke domisili, BKN berharap angka pengunduran diri CPNS di masa mendatang bisa ditekan. Namun, keseimbangan antara kebutuhan individu dan kepentingan nasional tetap menjadi prioritas utama.
Editor: Clara Salsabila
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Como 1907 Hapus Latihan Sundulan untuk Pemain U-10 demi Lindungi Kesehatan Otak Anak
Polisi Selidiki Kematian Pria yang Ditemukan Tak Sadar di Depan Klinik Kebayoran Baru
Pria Ditemukan Tewas di Depan Klinik Kecantikan Kebayoran Baru, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Menteri PU: 93 Sekolah Rakyat Tahap Pertama Hampir Rampung, 10 Unit Masih di Bawah 90 Persen