PARADAPOS.COM - Como 1907 resmi memberlakukan aturan baru yang membatasi latihan menyundul bola bagi pemain akademi usia dini. Kebijakan ini diambil untuk melindungi kesehatan jangka panjang para pemain muda dan mengurangi risiko cedera kepala. Aturan tersebut mencakup penghapusan total latihan sundulan untuk kelompok usia di bawah 10 tahun (U-10), serta pembatasan ketat bagi kelompok U-11 hingga U-13.
Langkah Konkret untuk Melindungi Otak Anak
Aturan baru ini dirancang untuk meminimalkan benturan kepala yang tidak diperlukan, terutama saat otak anak masih berada dalam tahap perkembangan yang krusial. Untuk kelompok usia U-10, Como menghapus sepenuhnya latihan dan permainan yang melibatkan sundulan. Sebagai gantinya, lemparan ke dalam dilakukan melalui operan menyusur tanah, sementara sepak pojok dimainkan tanpa bola udara. Pendekatan ini memastikan bahwa anak-anak tetap bisa belajar bermain sepak bola tanpa harus menghadapi risiko yang tidak perlu.
Sementara itu, untuk kelompok usia U-11 hingga U-13, teknik menyundul mulai diperkenalkan secara bertahap. Namun, ada perbedaan signifikan dalam metode yang digunakan. Mereka berlatih dengan bola karet ringan berbobot khusus, bukan bola standar. Khusus untuk pemain U-12 dan U-13, frekuensi latihan sundulan dibatasi secara ketat: maksimal satu sesi per pekan atau satu kali dalam sebulan, dengan tidak lebih dari lima sundulan pada setiap sesi latihan. Batasan ini memberikan ruang bagi perkembangan fisik tanpa mengorbankan keselamatan.
Varane Dukung Penuh Kebijakan Baru
Kebijakan ini mendapat dukungan penuh dari Raphael Varane, anggota Board of Education Como 1907. Mantan bek Timnas Prancis dan Real Madrid itu selama ini vokal menyuarakan bahaya benturan kepala berulang. Ia menegaskan bahwa keselamatan atlet usia muda harus menjadi prioritas utama.
“Saya sudah beberapa kali berbicara mengenai pentingnya memperlakukan benturan kepala secara serius dan betapa pentingnya melindungi anak-anak kita,” ujar Varane.
“Pendekatan terbaik untuk pemain muda adalah memiliki aturan yang jelas dan budaya yang menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama. Jalur ini mengajarkan teknik menyundul secara aman dan penuh pengawasan,” lanjutnya. Pernyataan ini menunjukkan komitmen pribadi Varane terhadap isu yang telah lama ia perjuangkan, bahkan sejak masih aktif bermain di level tertinggi.
Akademi Modern sebagai Fondasi Masa Depan
Kebijakan baru tersebut menjadi bagian dari transformasi menyeluruh Como 1907 dalam membangun fondasi klub yang modern, berorientasi pada pengembangan pemain, dan berkelanjutan. Langkah inovatif di level akademi ini hadir bertepatan dengan momen bersejarah bagi tim utama Como 1907 yang akan menjalani debut di Liga Champions UEFA pada musim 2026/2027.
Kebijakan tersebut mencerminkan komitmen klub untuk tidak hanya mengejar prestasi di level senior, tetapi juga membangun sistem pembinaan usia dini yang mengutamakan keselamatan dan perkembangan jangka panjang para pemain. Di tengah hiruk-pikuk persiapan menuju panggung Eropa, Como justru memilih untuk melihat ke bawah, ke akar rumput, memastikan bahwa generasi berikutnya tumbuh dalam lingkungan yang lebih aman dan lebih cerdas.
Editor: Bagus Kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Jember Fashion Carnaval 2025 Resmi Dibuka, Targetkan Dampak Ekonomi Rp60 Miliar
Pirlo Buka Suara soal Kontroversi Kerja Sama dengan Perusahaan Taruhan Rusia yang Ancam Peluangnya Jadi Pelatih Timnas Italia
Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti Ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di 12 Perairan Sulawesi Tenggara hingga 30 Juli 2026