PARADAPOS.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menerbitkan obligasi daerah senilai Rp 3,5 triliun sebagai sumber pembiayaan baru, sebuah langkah yang langsung mendapat respons dari sejumlah pejabat pusat. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan agar utang tersebut tidak membebani kepala daerah berikutnya, sementara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempertanyakan urgensi penerbitan surat utang di tengah masih adanya anggaran daerah yang belum terserap. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut inisiatif ini sebagai terobosan pembiayaan kreatif yang pertama kali dilakukan di Indonesia, dengan dana hasil obligasi akan digunakan untuk proyek pelayanan publik seperti pendidikan, transportasi, dan pengendalian banjir.
Peringatan Mendagri: Jangan Sampai Jadi Beban Kepala Daerah Berikutnya
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan catatan serius terkait rencana penerbitan obligasi daerah tersebut. Ia menekankan pentingnya kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membayar kewajiban utang.
“Obligasi itu sama saja dengan berutang, kan. APBD-nya mampu tidak untuk membayar utang itu. Jangan sampai menjadi beban bagi kepala daerah berikutnya. Kalau tidak punya kemampuan membayar kan repot,” kata Tito kepada wartawan di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Senin (27/7).
Ia mengakui belum berdiskusi secara langsung dengan Pemprov DKI Jakarta mengenai rencana tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa prinsip utama yang harus dipegang adalah kemampuan membayar utang dalam masa jabatan kepala daerah yang bersangkutan.
“Yang paling utama bisa membayar di masa jabatannya. Dan jangan sampai beban kepala daerah berikutnya,” ujarnya.
Menteri Keuangan Pertanyakan Urgensi Obligasi Daerah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyoroti rencana yang sama. Ia mengaku belum mengetahui secara detail tujuan penerbitan obligasi daerah oleh Pemprov DKI Jakarta. Namun, ia mempertanyakan urgensi langkah tersebut jika masih terdapat anggaran Pemprov DKI yang belum terserap.
“Saya belum tahu. Itu buat apa terbitin obligasi ya, kan uangnya banyak?” kata Purbaya kepada wartawan di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis (23/7).
Meski demikian, Purbaya belum dapat memastikan apakah rencana penerbitan obligasi daerah tersebut berisiko bagi keuangan Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, penerbitan obligasi daerah tidak menjadi masalah apabila pemerintah daerah yang menerbitkannya memiliki kredibilitas dan kondisi keuangan yang sehat.
“Cuma jadi pertanyaan adalah dia kan uangnya enggak kepakai banyak, buat apa nerbitin bond? Tapi saya enggak tahu, nanti saya cek lagi sama mereka,” ujarnya.
Gubernur Pramono: Terobosan Pembiayaan Pertama di Indonesia
Di tengah sorotan dari pemerintah pusat, Pemprov DKI Jakarta tetap melangkah dengan rencananya. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa penerbitan obligasi daerah merupakan terobosan pembiayaan (creative financing) yang baru pertama kali dilakukan di Indonesia.
"Saya sekarang ini, tahun ini pertama kali menerbitkan dan mungkin baru pertama kali ada di Republik ini yang namanya obligasi daerah. Obligasi Jakarta kita terbitkan Rp3,5 triliun," ujar Pramono dalam acara Investor Daily Roundtable di Bursa Efek Indonesia, dikutip dari akun Instagram resminya.
Seluruh dana hasil penerbitan obligasi ini akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Jakarta. Pemerintah provinsi memastikan dana tersebut tidak akan digunakan untuk membiayai kegiatan bisnis Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Prioritas Penggunaan Dana Obligasi
Beberapa sektor yang akan menjadi prioritas pembiayaan antara lain pendidikan, pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras, transportasi, pembangunan sekolah, rumah susun, gedung pemerintahan, pengelolaan sumber daya air, hingga proyek pengendalian banjir. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek-proyek strategis yang selama ini membutuhkan suntikan dana segar.
Editor: Clara Salsabila
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
IRGC Ancam Serang Pangkalan Militer Inggris Jika London Dukung Serangan AS ke Iran
Enam Personel Polres Tangsel Termasuk Kasat Narkoba Diamankan Bareskrim atas Dugaan Peredaran Narkoba
KAI Mulai Uji Coba Kereta Mewah Nusantara Explorer di Surabaya
Presiden Prabowo Panggil Menteri dan Pejabat ke Istana, Bahas Program Strategis Pemerintahan