Mobil Pikap Tertabrak KA Gajayana di Pelintasan Tanpa Penjaga, Pengemudi Tewas

- Senin, 27 Juli 2026 | 07:25 WIB
Mobil Pikap Tertabrak KA Gajayana di Pelintasan Tanpa Penjaga, Pengemudi Tewas
PARADAPOS.COM - Sebuah kecelakaan maut terjadi di pelintasan sebidang Bulak Kapal, Bekasi Timur, Senin (27/7/2026) dini hari. Mobil pikap Mitsubishi Triton yang dikemudikan Alfaruq (22) tertabrak KA Gajayana Tambahan hingga pengemudi tewas di tempat. Polisi memastikan saat kejadian, pelintasan tersebut tidak dijaga oleh petugas resmi maupun warga setempat.

Pelintasan Tanpa Penjaga, Minim Saksi Mata

Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali, mengungkapkan bahwa pelintasan di Jalan Pahlawan, Kelurahan Arenjaya, itu sejatinya hanya dijaga secara swadaya oleh warga. Namun, pada malam nahas itu, tidak ada seorang pun yang berjaga. “Itu penjagaannya sifatnya swadaya. Saat kecelakaan tidak ada warga yang berjaga,” ujar Rojali saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin. Akibatnya, tidak ada yang bisa memberi peringatan kepada kendaraan yang melintas bahwa kereta akan segera lewat. Situasi ini diperparah dengan minimnya saksi mata yang melihat langsung peristiwa tersebut. Polisi mengaku kesulitan dalam proses penyelidikan. “Saksi yang kami periksa merupakan saksi yang datang setelah kecelakaan terjadi,” jelasnya. Hingga kini, penyidik telah memeriksa tiga orang saksi. Mereka terdiri dari seorang warga sipil dan dua petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Kronologi dan Dugaan Penyebab Kecelakaan

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga kecelakaan dipicu oleh kurangnya antisipasi pengemudi saat melintasi rel. Kereta Gajayana Tambahan nomor 7002A melaju dari arah barat menuju timur di jalur hulu. “Yang jelas, korban menerobos perlintasan yang tidak memiliki penjaga maupun palang pintu otomatis,” tutur Rojali. Kronologisnya, dua mobil melaju dari Jalan HM Joyomartono menuju Jalan Pahlawan. Mobil pertama berhasil melintas dengan selamat. Namun, saat Mitsubishi Triton yang dikemudikan korban melintas, kereta jurusan Gambir-Malang itu menabrak kendaraannya. Benturan keras membuat mobil terseret sekitar 30 meter. Alfaruq ditemukan tewas di lokasi kejadian.

Imbauan dan Harapan Perbaikan Sistem

Menanggapi insiden ini, Rojali mengimbau para pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan kereta api sebidang, terutama yang belum dilengkapi sistem pengamanan otomatis. Ia juga menyoroti perlunya tindakan dari pihak terkait. “Selain itu, kami berharap pihak terkait segera memfungsikan palang pintu otomatis seperti yang ada di Ampera, sehingga saat kereta melintas palang dapat menutup secara otomatis dan dilengkapi rambu peringatan,” kata Rojali. Kecelakaan ini menjadi pengingat pahit akan risiko yang mengintai di pelintasan sebidang tanpa pengamanan memadai. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.50 WIB itu menyisakan duka dan pertanyaan serius tentang keselamatan di titik-titik rawan kecelakaan.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler