PARADAPOS.COM - Ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa di ibu kota Tunisia, Tunis, pada peringatan Hari Republik, menuntut Presiden Kais Saied mundur di tengah meningkatnya ketegangan sosial dan krisis pelayanan publik. Aksi ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kondisi pelayanan publik yang dinilai terus memburuk, serta kegagalan pemerintah menangani gelombang panas yang memicu kebakaran hutan dan gangguan pasokan listrik serta air bersih di sejumlah wilayah. Para pengunjuk rasa juga menyuarakan dukungan bagi jurnalis yang ditahan dan menyerukan perlindungan terhadap kebebasan berpendapat.
Kritik di Tengah Krisis
Para pengunjuk rasa membawa spanduk dan menyerukan tuntutan agar Presiden Kais Saied mundur dari jabatannya. Aksi ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan sosial di negara itu. Dalam beberapa hari terakhir, Tunisia dilanda gelombang panas yang memicu kebakaran hutan, serta gangguan pasokan listrik dan air bersih di sejumlah wilayah.
Gagal Tangani Persoalan
Para pengunjuk rasa menilai pemerintah gagal menangani berbagai persoalan tersebut dan menuntut perbaikan tata kelola negara. Mereka juga menyuarakan dukungan bagi jurnalis yang ditahan serta menyerukan perlindungan terhadap kebebasan berpendapat.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pemerintah Luncurkan RAN PE Fase II 2026–2029, Fokus Cegah Perekrutan Anak dan Perempuan Lewat Internet
Pasukan Israel Kembali Geledah Rumah Warga di Quneitra, Satu Warga Sipil Ditangkap
IRGC Ancam Serang Pangkalan Militer Inggris Jika London Dukung Serangan AS ke Iran
Enam Personel Polres Tangsel Termasuk Kasat Narkoba Diamankan Bareskrim atas Dugaan Peredaran Narkoba