PARADAPOS.COM - Memasuki awal musim kemarau, wilayah Bandung, Jawa Barat, dilanda fenomena suhu dingin ekstrem yang terjadi pada malam hingga pagi hari. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BMKG Bandung, Edi Wibowo, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh minimnya tutupan awan yang menyebabkan radiasi panas bumi terlepas secara maksimal ke atmosfer. Fenomena ini bukanlah anomali, melainkan bagian dari siklus musim kemarau yang biasa terjadi di Indonesia.
Mekanisme Suhu Dingin di Bandung
Proses terjadinya suhu dingin ekstrem ini cukup unik. Pada siang hari, saat musim kemarau, sinar matahari menyinari bumi tanpa terhalang awan. Akibatnya, permukaan bumi menyerap radiasi secara maksimal. Namun, saat malam tiba, energi yang tersimpan itu dilepaskan kembali.
“Karena tidak ada awan, maka di malam hari hingga dini hari, radiasi yang disimpan di permukaan bumi akan secara maksimal dilepaskan. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan permukaan bumi mendingin dengan cepat karena kehilangan energi secara maksimal. Dampaknya adalah suhu minimum atau udara dingin yang ekstrem di malam hingga dini hari,” terang Edi Wibowo, Selasa, 28 Juli 2026.
Pengaruh Angin Monsun Australia
Selain faktor lokal, Edi juga menyoroti peran angin monsun Australia. Saat ini, Australia tengah mengalami musim dingin, yang menciptakan pola tekanan udara tinggi. Tekanan tinggi ini mendorong massa udara dingin dan kering bergerak menuju Indonesia.
“Angin monsun Australia ini membawa udara yang dingin dan kering yang berada di wilayah Australia ke wilayah Indonesia yang berada di wilayah BBS (Belahan Bumi Selatan),” ujarnya.
Aliran udara dingin ini kemudian memperkuat efek pendinginan di malam hari, terutama di wilayah Jawa Barat yang berada di belahan bumi selatan.
Prakiraan Cuaca dan Peringatan Dini
Berdasarkan data yang dirilis BMKG, berikut adalah rincian prakiraan cuaca untuk wilayah Bandung sepanjang hari:
" Pagi hari (07.00–13.00 WIB): Cerah hingga cerah berawan.
" Siang dan sore hari (13.00–19.00 WIB): Cerah hingga cerah berawan.
" Malam hari (19.00–01.00 WIB): Cerah hingga cerah berawan.
" Dini hari (01.00–07.00 WIB): Cerah hingga cerah berawan.
Meski cuaca tampak bersahabat, warga tetap diminta waspada terhadap kondisi udara yang ekstrem. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 13 hingga 34 derajat Celcius, dengan tingkat kelembapan 30 hingga 90 persen. Angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 5 hingga 45 kilometer per jam.
Peringatan dini dikeluarkan khususnya untuk potensi peningkatan kecepatan angin di sebagian wilayah Jawa Barat. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi terkini melalui kanal resmi BMKG, baik situs web, aplikasi seluler, maupun media sosial.
Editor: Yuli Astuti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kebakaran Lahan Gambut di Kubu Raya Mendekati Permukiman, Tim Gabungan Dikerahkan
Kemendikdasmen Ubah Skema TKA 2026, Siswa SMA Ujian Satu Hari Satu Mata Pelajaran
LPS: Danantara Masuk dalam Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan
BKN Buka Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026, Ini 29 Instansi dan Enam Tahapan Seleksinya