Pembelian Asuransi Perjalanan ke Schengen Melonjak 107,6 Persen, Tanda Wisatawan RI Makin Sadar Risiko

- Selasa, 28 Juli 2026 | 10:00 WIB
Pembelian Asuransi Perjalanan ke Schengen Melonjak 107,6 Persen, Tanda Wisatawan RI Makin Sadar Risiko
PARADAPOS.COM - Kesadaran wisatawan Indonesia terhadap perlindungan perjalanan terus meningkat secara signifikan. Asuransi perjalanan yang sebelumnya dianggap hanya sebagai pelengkap atau kebutuhan administrasi visa, kini mulai menjadi bagian dari perencanaan utama sebelum bepergian ke luar negeri. Data Oona Insurance Indonesia mencatat lonjakan pembelian asuransi perjalanan ke kawasan Schengen pada semester I 2026 mencapai 107,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perubahan Pola Pikir Wisatawan

Peningkatan ini mencerminkan perubahan cara wisatawan Indonesia mempersiapkan perjalanan jarak jauh. Mereka mulai memperhitungkan berbagai risiko yang dapat terjadi selama perjalanan, mulai dari kondisi medis darurat, keterlambatan penerbangan, hingga kehilangan bagasi. Tak lagi sekadar formalitas, perlindungan perjalanan kini menjadi prioritas yang direncanakan jauh-jauh hari. Chief Transformation Officer Oona Insurance Indonesia, Kristina Soenarto, mengamati langsung pergeseran perilaku ini di lapangan. "Perlindungan perjalanan tidak lagi dipandang hanya sebagai persyaratan administrasi untuk pengajuan visa atau dibeli menjelang keberangkatan. Wisatawan semakin memperhatikan seluruh rangkaian perjalanan dan mulai mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin terjadi," jelasnya.

Perencanaan yang Lebih Matang

Data perusahaan menunjukkan bahwa wisatawan Indonesia rata-rata membeli asuransi perjalanan sekitar 45 hari sebelum keberangkatan. Angka ini mengindikasikan bahwa perlindungan perjalanan sudah masuk dalam tahap awal perencanaan liburan, bukan lagi keputusan mendadak di menit-menit terakhir. Tren serupa juga terlihat dalam pola perjalanan keluarga. Meskipun wisatawan individu masih mendominasi dengan hampir 88 persen pembelian asuransi perjalanan ke negara Schengen, segmen keluarga justru mencatat pertumbuhan paling tinggi. Kenaikannya mencapai 130,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perjalanan keluarga ke destinasi jauh umumnya memiliki durasi lebih panjang dan melibatkan lebih banyak aktivitas maupun transit. Kondisi tersebut membuat wisatawan semakin mempertimbangkan perlindungan finansial untuk mengurangi risiko selama perjalanan. Suasana di bandara atau stasiun kereta api internasional kini kerap diwarnai oleh keluarga yang sibuk mengecek polis asuransi sambil menunggu keberangkatan.

Destinasi dan Akses Digital

Sementara itu, kawasan Asia masih menjadi tujuan utama wisatawan Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Namun, perjalanan ke destinasi dengan jarak lebih jauh dan tingkat kompleksitas lebih tinggi mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap asuransi perjalanan. Selain meningkatnya kesadaran risiko, kemudahan akses digital juga ikut mendorong pertumbuhan pasar asuransi perjalanan. Saat ini wisatawan dapat membeli perlindungan secara langsung melalui berbagai platform digital saat memesan tiket, mengatur perjalanan, maupun mengurus dokumen keberangkatan. Prosesnya yang cepat dan praktis menjadi daya tarik tersendiri. Dengan semakin berkembangnya mobilitas internasional, asuransi perjalanan diperkirakan akan menjadi bagian yang semakin penting dalam gaya hidup wisatawan Indonesia. Bukan hanya sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai bentuk persiapan menghadapi risiko selama bepergian.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar