Ratusan Warga Brebes Manfaatkan Sungai Surut Akibat Kemarau untuk Berburu Ikan

- Selasa, 28 Juli 2026 | 13:25 WIB
Ratusan Warga Brebes Manfaatkan Sungai Surut Akibat Kemarau untuk Berburu Ikan
PARADAPOS.COM - Ratusan warga di Desa Banjarharjo, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, memanfaatkan penyusutan volume air di Bendungan Nambo untuk berburu ikan, udang, dan hewan air lainnya di sungai yang mulai mengering. Fenomena ini terjadi pada Senin, 27 Juli 2026, setelah pengelola bendungan memberlakukan pembatasan aliran air ke sejumlah sungai dan saluran irigasi akibat musim kemarau. Mulai dari anak-anak, pemuda, hingga lansia, mereka turun ke sungai dengan peralatan sederhana, berharap mendapatkan tangkapan yang cukup untuk konsumsi atau dijual. Pembatasan Air Akibat Kemarau Panjang Musim kemarau yang berkepanjangan membuat suplai air di Bendungan Nambo terus berkurang. Untuk menjaga pasokan irigasi bagi lahan pertanian di sekitarnya, pengelola bendungan terpaksa menerapkan pengaturan distribusi air secara ketat. Akibatnya, aliran ke sejumlah sungai dan saluran irigasi dibatasi, bahkan di beberapa titik mulai mengering. Pemandangan ini bukanlah hal yang asing bagi warga setempat. Setiap kali debit air sungai menurun drastis, mereka langsung turun tangan. Sungai yang surut menjadi ladang rezeki dadakan. Warga berburu berbagai jenis ikan dan hewan air yang terjebak di genangan-genangan kecil yang tersisa. Tradisi Berburu Ikan di Tengah Keterbatasan Air Salah seorang warga, Tarmah, menjelaskan bahwa berkurangnya aliran air ini bukan karena sistem penggiliran yang biasa dilakukan. Ia menegaskan bahwa penyebab utamanya adalah menyusutnya volume air di Waduk Malahayu. "Bukan bergilir, tapi dijatah karena air waduk tinggal sedikit akibat tidak turun hujan. Air dialirkan ke wilayah yang membutuhkan," ujar Tarmah dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Selasa, 28 Juli 2026. Menurut Tarmah, momen berburu ikan saat sungai mengering sudah menjadi tradisi masyarakat setempat sejak lama. Namun, ia mengakui bahwa pada musim kemarau tahun ini, kondisi tersebut baru pertama kali terjadi. "Tradisi mencari ikan seperti ini sudah sejak dulu. Kalau musim kemarau seperti sekarang, warga memanfaatkan sungai yang surut untuk mencari ikan, udang, dan hewan air lainnya," katanya. Di tengah keterbatasan air, warga tetap antusias. Mereka berjalan menyusuri sungai, membawa ember, jaring, atau bahkan hanya tangan kosong untuk menangkap hewan air yang terlihat. Suasana riuh rendah terdengar saat salah satu dari mereka berhasil menangkap ikan berukuran besar. Meskipun situasi ini menunjukkan dampak nyata dari kemarau, bagi sebagian warga, ini adalah momen yang dinanti-nanti.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar