AS dan Saudi Serang Milisi Pro-Iran di Irak Timur sebagai Balasan atas Gelombang Serangan Drone

- Rabu, 29 Juli 2026 | 01:50 WIB
AS dan Saudi Serang Milisi Pro-Iran di Irak Timur sebagai Balasan atas Gelombang Serangan Drone
PARADAPOS.COM - Militer Amerika Serikat dan Arab Saudi melancarkan serangan udara gabungan yang menargetkan kelompok milisi pro-Iran di Irak bagian timur pada Selasa, 28 Juli 2026. Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi operasi presisi ini sebagai respons langsung terhadap lebih dari 30 serangan drone dalam 72 jam terakhir yang diarahkan ke pasukan AS dan infrastruktur energi Arab Saudi. Serangan tersebut menyasar gudang logistik dan senjata yang diduga digunakan oleh kelompok bersenjata yang terafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Serangan Balasan atas Gelombang Drone

Dalam pernyataan resminya, Centcom menjelaskan bahwa operasi ini merupakan tindakan defensif. Jet-jet tempur dari kedua negara menyerang sejumlah titik penyimpanan logistik dan persenjataan di wilayah timur Irak. Langkah ini diambil setelah pihak AS dan Saudi mencatat lonjakan agresivitas dari kelompok yang disebut-sebut sebagai “teroris yang bersekutu dengan Iran.” “Komando Pusat AS dan Angkatan Bersenjata Arab Saudi melakukan serangan presisi di Irak, 28 Juli, terhadap teroris yang bersekutu dengan Iran, diarahkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk menyerang pasukan AS dan infrastruktur energi Saudi,” demikian bunyi pernyataan Centcom yang dikutip pada Rabu (29/7/2026).

Sikap Riyadh: Tidak Ingin Eskalasi, Namun Siap Membalas

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi, Turki Al Maliki, angkat bicara melalui akun media sosial X. Ia menegaskan posisi negaranya yang tidak menginginkan konflik meluas, namun tetap berkomitmen untuk mempertahankan kedaulatan wilayahnya. “Kerajaan menyatakan mereka tidak mencari eskalasi, namun akan membalas setiap agresi yang ditujukan ke wilayahnya,” katanya. Pernyataan ini muncul setelah Kementerian Pertahanan Saudi sebelumnya menuding milisi Syiah pro-Iran sebagai dalang di balik serangan terhadap fasilitas minyak di bagian timur negara itu, termasuk yang mendekati ibu kota Riyadh.

Bantahan dari Irak dan Tudingan ke Houthi

Di tengah ketegangan yang meningkat, kelompok yang menamakan diri Perlawanan Islam di Irak justru membantah keras tuduhan tersebut. Mereka menolak bertanggung jawab atas serangan terhadap fasilitas Saudi. Sebaliknya, kelompok ini mengarahkan tuduhan kepada Houthi Yaman. Perlawanan Islam Irak menuding Saudi enggan mengakui bahwa kelompok Houthi-lah yang sebenarnya berada di balik rentetan serangan itu. Menurut mereka, Riyadh takut untuk mengonfrontasi Houthi secara langsung karena khawatir tidak mampu membalas. Houthi sendiri, di sisi lain, telah secara terbuka mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi. Target mereka mencakup ladang-ladang minyak di kawasan timur hingga pelabuhan strategis Yanbu yang berada di pesisir Laut Merah.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar