Kementerian ESDM Kaji Ulang Harga Pertamax di Tengah Penurunan Harga Minyak Dunia

- Rabu, 29 Juli 2026 | 04:25 WIB
Kementerian ESDM Kaji Ulang Harga Pertamax di Tengah Penurunan Harga Minyak Dunia
PARADAPOS.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengkaji ulang harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax. Langkah ini dilakukan di tengah gejolak harga minyak mentah global yang dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik dunia. Wakil Menteri ESDM, Yuliot, menyatakan bahwa perhitungan keekonomian tersebut akan didasarkan pada biaya pokok penyediaan (BPP) Pertamina ditambah dengan margin keuntungan yang wajar. Evaluasi ini menjadi krusial mengingat pergerakan harga minyak dunia yang fluktuatif dalam beberapa pekan terakhir.

Perhitungan Berdasarkan Biaya Pokok dan Margin

Dalam keterangannya, Yuliot menjelaskan secara rinci mekanisme yang akan digunakan untuk menentukan harga yang ideal. Pihaknya akan berkolaborasi dengan Pertamina untuk menghitung seluruh komponen biaya. "Jadi nanti akan dihitung BPP (biaya pokok penyediaan)-nya Pertamina ditambah keuntungan. Nanti kami dari Kementerian ESDM akan mencoba melihat kira-kira harga yang ini keekonomiannya bagaimana," ujar Yuliot saat dikonfirmasi, Rabu, 29 Juli 2026. Ia menambahkan bahwa harga Pertamax sangat sensitif terhadap pergerakan harga minyak mentah. Pasar minyak saat ini, menurutnya, masih diselimuti ketidakpastian tinggi akibat dinamika politik global yang sulit diprediksi.

Potensi Penurunan Harga di Tengah Fluktuasi Pasar

Kementerian ESDM berencana menghitung rata-rata harga minyak dunia dalam periode tertentu sebagai acuan evaluasi. Jika tren menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan periode sebelumnya, maka peluang penyesuaian harga Pertamax menjadi lebih terbuka. "Kalau potensi nanti ini harga minyak secara rata-rata turun, ya tentu dari Pertamina akan menyesuaikan harga," beber Yuliot. Pernyataan ini muncul di saat data perdagangan menunjukkan pelemahan harga minyak. Pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026, harga minyak mentah dunia tercatat turun lebih dari dua persen setelah sebelumnya sempat melonjak tajam.

Data Pergerakan Harga Minyak Terkini

Hingga pukul 13.55 WIB, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober terpantau turun 2,34 persen menjadi USD83,86 per barel. Angka ini menjadi pertama kalinya harga Brent berada di bawah level USD84 per barel sejak 17 Juli 2026. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September juga mengalami penurunan. Harganya terkoreksi 2,28 persen menjadi USD80,73 per barel. Kondisi ini cukup kontras dengan perdagangan beberapa hari sebelumnya. Pada 23 Juli 2026, harga minyak Brent untuk pengiriman September sempat melonjak drastis sebesar 6,38 persen menjadi USD100,07 per barel. Adapun harga minyak WTI untuk pengiriman September pada hari yang sama naik 5,36 persen menjadi USD91,48 per barel. Lonjakan tersebut dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik yang sempat membuat pasar panik. Dengan data terbaru yang menunjukkan tren penurunan, publik pun menanti keputusan resmi dari Pertamina dan Kementerian ESDM mengenai nasib harga Pertamax dalam waktu dekat.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar