Kemenhub Dorong Inggris Dukung Pembiayaan Percepatan Pembangunan Kereta Api di Indonesia

- Rabu, 29 Juli 2026 | 08:25 WIB
Kemenhub Dorong Inggris Dukung Pembiayaan Percepatan Pembangunan Kereta Api di Indonesia
PARADAPOS.COM - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong kerja sama perkeretaapian dengan Inggris tidak hanya sebatas peluang bisnis, tetapi juga mencakup dukungan pembiayaan untuk mempercepat pembangunan jaringan kereta api di Indonesia. Harapan ini disampaikan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono dalam forum UK-Indonesia Rail Partnership Forum di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026. Dalam satu dekade terakhir, Indonesia telah membangun berbagai sistem transportasi rel modern seperti MRT, LRT, dan kereta cepat, namun pengembangan sektor ini masih membutuhkan pendanaan dari berbagai sumber.

Skema Pendanaan dan Harapan Baru

Selama ini, pemerintah telah memanfaatkan beragam skema pendanaan. Mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pembiayaan syariah, hingga dukungan dari negara mitra seperti Jepang, Tiongkok, dan Jerman. Kini, Inggris diharapkan menjadi mitra baru yang turut berkontribusi dalam aspek pembiayaan pembangunan perkeretaapian nasional. "Kami berharap Inggris dapat datang, tidak hanya berbisnis dengan kami, tetapi juga memberikan dukungan pembiayaan yang besar sehingga kami dapat mempercepat pembangunan perkeretaapian," kata Allan dalam forum tersebut.

Dorong Investasi Swasta

Hampir seluruh pemerintah daerah di Indonesia mengusulkan pembangunan jalur kereta api baru untuk meningkatkan konektivitas di wilayahnya. Namun, persoalan pembiayaan selalu menjadi tantangan utama dalam setiap pembahasan. "Pertanyaan utama yang selalu kami diskusikan adalah, dari mana kami mendapatkan dananya?" ujar Allan. Ia berharap forum kerja sama Indonesia-Inggris ini tidak hanya membahas skema pembiayaan antarpemerintah (government-to-government/G2G), tetapi juga membuka peluang investasi dari sektor swasta. Khususnya untuk proyek-proyek perkeretaapian logistik. "Saya berharap yang dibahas bukan hanya skema pembiayaan G2G. Siapa tahu ada potensi investasi swasta di sektor perkeretaapian. Jika berbicara mengenai investasi swasta, mungkin kita dapat memulainya dari perkeretaapian logistik," jelasnya. Menurut Allan, proyek angkutan logistik dinilai memiliki prospek yang lebih menarik bagi investor swasta. Sementara itu, pengembangan layanan kereta penumpang masih membutuhkan keterlibatan pemerintah dalam jumlah besar karena berorientasi pada pelayanan publik.

Peluang Kolaborasi Masih Besar

Saat ini, Indonesia mengoperasikan sekitar 6.927 kilometer jalur kereta api, menjadikannya yang terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, terdapat lebih dari 2.200 kilometer jalur nonaktif yang masih berpotensi diaktifkan kembali untuk mendukung perluasan jaringan nasional. Besarnya kebutuhan pengembangan jaringan perkeretaapian ini membuka ruang kolaborasi yang luas dengan berbagai mitra internasional, termasuk Inggris. Komisioner Perdagangan Inggris untuk Asia Pasifik Martin Kent menegaskan komitmen negaranya untuk membangun kemitraan jangka panjang dengan Indonesia di sektor transportasi dan infrastruktur. "Yang penting bagi kami adalah ambisi Inggris bukan sekadar berpartisipasi dalam proyek-proyek individual, tetapi membangun kemitraan jangka panjang dengan Indonesia, bekerja bersama pemerintah, industri, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung ambisi transportasi dan infrastruktur Indonesia pada tahun-tahun mendatang," ujar Martin. Martin menambahkan Indonesia memiliki rencana ambisius untuk meningkatkan konektivitas, mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi emisi, dan menciptakan kota yang lebih layak huni melalui investasi di sektor perkeretaapian dan transportasi perkotaan. Pengembangan MRT, LRT, serta proyek di kota-kota seperti Bandung dan Surabaya menunjukkan visi jangka panjang Indonesia dalam membangun mobilitas yang berkelanjutan.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar