IHSG Diprediksi Lanjutkan Koreksi, Diuji di Level Psikologis 6.000

- Kamis, 30 Juli 2026 | 00:00 WIB
IHSG Diprediksi Lanjutkan Koreksi, Diuji di Level Psikologis 6.000
PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih akan melanjutkan tren koreksi pada perdagangan hari ini, Kamis (30/7), setelah enam hari beruntun mengalami pelemahan. Analis dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pergerakan indeks masih dibayangi tekanan jual dan berada di rentang MA20 dan MA60. Secara teknikal, IHSG masih dalam fase koreksi sehingga investor perlu mencermati area 5.970–6.029 sebagai level pelemahan berikutnya. Namun, jika indeks berbalik menguat, potensi kenaikan diperkirakan berada di kisaran 6.147–6.219. Sementara itu, Phintraco Sekuritas menyoroti sentimen pasar yang masih rapuh, dengan IHSG diuji pada level psikologis 6.000.

Proyeksi Teknikal dan Level Kunci

Dari sisi analisis teknikal, Herditya menjelaskan bahwa IHSG masih berada dalam fase koreksi. Ia mengingatkan investor untuk mewaspadai area 5.970–6.029 sebagai level potensial pelemahan selanjutnya. Namun, jika terjadi pembalikan arah, indeks berpotensi menguat menuju kisaran 6.147–6.219. “Adapun kami perkirakan, area penguatan terdekatnya berada di 6.147–6.219,” tulis Herditya dalam risetnya, Kamis (30/7). MNC Sekuritas juga menetapkan level support IHSG di kisaran 6.007–5.839, sementara resistance diperkirakan berada pada rentang 6.266–6.377. Support adalah area harga yang diyakini sebagai titik terendah, di mana daya beli biasanya meningkat. Sebaliknya, resistance adalah level tertinggi yang memicu aksi jual besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

Rekomendasi Saham: Buy on Weakness

MNC Sekuritas merekomendasikan strategi "buy on weakness" untuk sejumlah saham. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) misalnya, disarankan untuk akumulasi beli di rentang Rp 4.370–Rp 4.560 dengan target harga Rp 5.075–Rp 5.425, dan level "stoploss" di bawah Rp 4.240. Sementara itu, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) direkomendasikan "buy on weakness" pada area Rp 2.280–Rp 2.460 dengan target harga Rp 2.820–Rp 3.130, serta "stoploss" di bawah Rp 2.180.

Sentimen Pasar: Rupiah Melemah, IHSG Diuji

Pada perdagangan Rabu (29/7), IHSG ditutup melemah di level 6.091,39 atau turun 0,64%. Di sisi lain, Phintraco Sekuritas mencatat saham sektor properti terkoreksi hingga 2,75%, sementara saham sektor teknologi menjadi satu-satunya yang naik, sebesar 0,18%. Rupiah juga melemah ke level Rp 18.045/US$, setelah sempat menyentuh Rp 18.100/US$. Secara teknikal, Phintraco menyebut histogram positif MACD menyempit dan berpotensi mengalami "death cross". Meski demikian, IHSG masih bertahan di atas MA20 dan MA50. Di tengah berbagai sentimen eksternal dan internal, IHSG diperkirakan akan menguji level psikologis 6.000 pada perdagangan Kamis (30/7).

Evaluasi Indeks IDXBUMN20 dan Reformasi Pasar Modal

Phintraco Sekuritas juga menyoroti pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai hasil evaluasi mayor Indeks IDXBUMN20 yang akan berlaku pada 5 Agustus 2026 hingga 2 Februari 2027. Dalam evaluasi kali ini, tidak ada perubahan konstituen, sehingga seluruh 20 saham tetap menghuni indeks tersebut. Meski begitu, BEI melakukan penyesuaian jumlah saham yang digunakan dalam perhitungan indeks dan bobot masing-masing emiten. “BBRI, BMRI, BBNI dan TLKM mengalami penurunan bobot setelah penerapan batas maksimal sebesar 15%. Di sisi lain, sejumlah emiten BUMN mencatat kenaikan bobot dalam indeks, di antaranya ANTM, PGAS, MTEL, BRIS dan PTBA,” tulis Phintraco. Di sisi regulasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) terus memperkuat reformasi pasar modal Indonesia menjelang Tinjauan Indeks MSCI pada November 2026. Upaya ini dilakukan melalui komunikasi intensif dengan penyedia indeks global serta penguatan implementasi berbagai agenda reformasi pasar modal. OJK menargetkan Peraturan OJK (POJK) tentang Demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat diterbitkan pada pekan kedua September 2026. “Saat ini, regulator masih menyusun aturan turunan UU Nomor 4 Tahun 2026 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan,” tulis Phintraco.

Rekomendasi Saham Phintraco Sekuritas

Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai prospektif, antara lain PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar