Indonesia Raih 16 Medali di World Para Athletics Grand Prix 2026, Kadek Dwi Pecahkan Rekor Dunia

- Kamis, 30 Juli 2026 | 09:00 WIB
Indonesia Raih 16 Medali di World Para Athletics Grand Prix 2026, Kadek Dwi Pecahkan Rekor Dunia
PARADAPOS.COM - Kontingen para atletik Indonesia menutup partisipasi mereka di World Para Athletics Grand Prix 2026 dengan hasil yang luar biasa. Bertanding di Tlaxcala, Meksiko, pada 21 hingga 24 Juli 2026, tim Merah Putih berhasil membawa pulang total 16 medali, terdiri dari 15 medali emas dan 1 medali perak. Prestasi ini mengantarkan Indonesia ke posisi runner-up klasemen akhir, hanya kalah dari tuan rumah Meksiko yang turun dengan kekuatan penuh.

Dominasi di Tlaxcala: Indonesia Kunci Posisi Kedua

Dengan raihan tersebut, skuad Indonesia harus mengakui keunggulan Meksiko yang menerjunkan ratusan atlet dan mengumpulkan total 281 medali—rinciannya 99 emas, 101 perak, dan 81 perunggu. Meski demikian, capaian Indonesia di kejuaraan level dua kalender World Para Athletics ini tetap menjadi sorotan, terutama karena diikuti oleh 26 negara peserta.

Deretan Atlet Emas dan Pemecah Rekor Dunia

Sejumlah nama tampil gemilang di ajang ini. Nanda Mei Sholihah, misalnya, menjadi salah satu bintang dengan menyumbang tiga medali emas—dua dari nomor individu dan satu dari nomor estafet. Tak hanya itu, Nanda juga sukses memecahkan rekor Asia di nomor lari 100 meter kelas T47. Prestasi spektakuler lainnya datang dari I Kadek Dwi Purwana Yasa. Berlaga di kelas F57, ia mencatatkan namanya dalam buku rekor dunia setelah lemparan cakramnya menjadi yang terbaik. Sementara itu, Karisma Evi Tiarani dan Taufik Abdul Karim masing-masing mempersembahkan dua medali emas dari nomor individu. Medali emas lainnya diraih oleh Ni Made Arianti Putri, Saptoyogo Purnomo, Jaenal Aripin, Alfin Nomleni, Partin, Fauzi Purwolaksono, dan Suparni Yati. Adapun satu-satunya medali perak untuk Indonesia disumbangkan oleh Jaenal Aripin.

Pelatnas Jangka Panjang Berbuah Manis

Pelatih para atletik Indonesia, Setyo Budi Hartanto, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Menurutnya, hasil ini adalah buah dari kerja keras selama Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) yang berjalan dalam waktu panjang. "Hasilnya sangat memuaskan. Ada yang memecahkan rekor dunia atas nama Kadek Dwi di nomor lempar cakram F57 dan memecahkan rekor Asia atas nama Nanda Sholihah di nomor 100 meter T47," ungkap Setyo Budi. Ia menambahkan bahwa konsistensi latihan dan pembinaan yang terstruktur menjadi kunci utama di balik lonjakan performa para atlet.

Modal Strategis Menuju Nagoya dan Los Angeles

Lebih dari sekadar piala dan medali, keikutsertaan di Meksiko ini memiliki bobot strategis yang besar. Selain mengumpulkan poin krusial untuk kualifikasi Paralimpiade Los Angeles 2028, ajang ini juga menjadi pemanasan ideal menjelang Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang. "Timing-nya tepat sekali. Kita masih memiliki waktu tiga bulan menuju Asian Para Games. Kita akan kembangkan lagi agar performa para atlet mencapai puncaknya di Nagoya nanti," pungkas Setyo Budi optimis. Dengan momentum yang sedang berada di puncak, tim para atletik Indonesia kini memiliki modal berharga untuk bersaing di level tertinggi Asia dan dunia.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar