PARADAPOS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sebagian besar wilayah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Jumat, 31 Juli 2026, akan didominasi oleh udara kabur dan kondisi berawan. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 17 hingga 26 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi, yakni berada pada rentang 70 hingga 99 persen. Masyarakat yang hendak beraktivitas di luar ruangan, khususnya pengguna kendaraan bermotor, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penurunan jarak pandang, terutama pada pagi hari.
Wilayah Dataran Tinggi dan Suhu Sejuk
Wilayah dataran tinggi seperti Kecamatan Wonosobo, Garung, Kejajar, Mojotengah, Watumalang, Leksono, Selomerto, Sukoharjo, dan Kalikajar diprakirakan mengalami suhu yang relatif sejuk dengan kisaran 17 hingga 24 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi membuat udara terasa lebih dingin dari biasanya, terutama saat pagi dan malam hari. Kondisi ini lumrah terjadi di kawasan pegunungan yang memiliki karakteristik mikroklimat tersendiri.
Sementara itu, wilayah Wadaslintang, Kepil, Kaliwiro, Sapuran, Kalibawang, dan beberapa kecamatan lain diprakirakan mengalami kondisi udara kabur dengan suhu maksimum mencapai 26 derajat Celsius pada siang hari. Perbedaan suhu antara wilayah dataran tinggi dan rendah ini cukup signifikan, sehingga masyarakat perlu menyesuaikan aktivitasnya.
Prakiraan Cuaca Sepanjang Hari
Mengacu pada data BMKG, kondisi cuaca Kabupaten Wonosobo pada Jumat diperkirakan sebagai berikut:
- Pagi (06.00–10.00 WIB): Udara kabur hingga berawan dengan suhu 17–21 derajat Celsius.
- Siang (10.00–15.00 WIB): Udara kabur disertai cuaca cerah berawan di beberapa kecamatan. Suhu meningkat hingga 26 derajat Celsius.
- Sore (15.00–18.00 WIB): Kondisi berawan dengan suhu mulai menurun secara bertahap.
- Malam (19.00–22.00 WIB): Berawan dengan udara kembali terasa sejuk dan kelembapan meningkat.
Fenomena Udara Kabur dan Imbauan bagi Wisatawan
BMKG menjelaskan fenomena udara kabur yang muncul pada musim kemarau umumnya dipengaruhi oleh kelembapan udara, partikel halus di atmosfer, serta penurunan suhu pada pagi hari. Kondisi tersebut dapat memengaruhi jarak pandang meski tidak selalu disertai hujan. Fenomena ini kerap terjadi di wilayah pegunungan seperti Wonosobo, terutama saat transisi antara musim hujan dan kemarau.
Masyarakat yang berencana berwisata ke kawasan Dataran Tinggi Dieng, Sikunir, Telaga Menjer, maupun destinasi lain di Kabupaten Wonosobo disarankan mengenakan pakaian hangat, terutama saat beraktivitas pada pagi dan malam hari. Pengendara juga diimbau menjaga jarak aman apabila melintasi jalur pegunungan yang berpotensi mengalami penurunan jarak pandang akibat udara kabur. Persiapan yang matang akan membuat perjalanan tetap aman dan nyaman.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Barcelona Resmi Rekrut Karim Adeyemi dari Dortmund dengan Biaya 22 Juta Euro
Anak di Aceh Barat Nekat Titip Jembatan Tali Baja Demi Sekolah, Guru Pun Mendampingi
Wamentrans Akui Program Transmigrasi Belum Tuntas, Revitalisasi Jadi Andalan Pemerintahan Prabowo
Ben Affleck Sumbangkan Kemenangan Rp18 Miliar dari Who Wants to Be a Millionaire untuk Amal