BPBD Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih untuk 2.134 Warga Bandung Terdampak Kekeringan

- Kamis, 30 Juli 2026 | 22:50 WIB
BPBD Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih untuk 2.134 Warga Bandung Terdampak Kekeringan
PARADAPOS.COM - Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bandung mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengintensifkan distribusi bantuan, salah satunya di Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, yang mencatatkan 666 keluarga atau 2.134 jiwa terdampak di tiga RW. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap kekeringan yang mengeringkan sumur-sumur warga.

Distribusi Air Bersih di Wargaluyu

Di Desa Wargaluyu, belasan rukun warga (RW) dilaporkan mengalami kekurangan pasokan air bersih. Menyusul laporan tersebut, BPBD Kabupaten Bandung langsung bergerak dengan mengerahkan mobil tangki. "Iya alhamdulillah kami telah mendistribusikan 15 ribu liter air bersih. Sebanyak 666 keluarga, terdiri atas 2.134 jiwa pada tiga RW di Wargaluyu mendapatkan bantuan pasokan air bersih," ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung, Diki Sudrajat, Jumat (31/7/2026). Diki menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen terus menyuplai bantuan bagi warga terdampak. Dalam pelaksanaannya, BPBD bersinergi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung untuk menjangkau pemukiman warga. "Pendistribusian air bersih kami lakukan menggunakan mobil tangki," katanya.

Wilayah Lain yang Terdampak

Kekeringan tidak hanya melanda Arjasari. BPBD mencatat beberapa kecamatan lain juga mengalami kondisi serupa. Sejumlah kecamatan itu yakni Rancaekek, Cimaung, Cileunyi, Katapang, Pasirjambu, hingga Margaasih. "Area lain yang terdampak kekeringan pun kita turut pasok air bersih," jelasnya. Di lapangan, petugas harus menyusuri jalan-jalan sempit di perbukitan untuk memastikan pasokan sampai ke titik paling ujung. Debu beterbangan di sepanjang jalan setapak, sementara warga sudah berjejer membawa jeriken dan ember sejak pagi.

Upaya Jangka Panjang dan Koordinasi

Guna meminimalisir dampak kemarau yang lebih luas, BPBD terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Selain pengiriman tangki air, upaya jangka panjang melalui optimalisasi jaringan perpipaan juga tengah digarap. Langkah ini dinilai krusial mengingat musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Dengan koordinasi yang ketat, diharapkan tidak ada satu pun warga yang kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar ini.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar