PARADAPOS.COM - Universitas Indonesia (UI) resmi mengukuhkan perubahan status kelembagaan dari Program Pendidikan Vokasi menjadi Sekolah Vokasi UI. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Rektor UI, Heri Hermansyah, di Depok pada Jumat (saat ini), sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola, relevansi, dan ekosistem pendidikan tinggi terapan di Indonesia. Perubahan nomenklatur ini menandai pergeseran paradigma dari sekadar penyelenggara program menjadi institusi pendidikan tinggi terapan yang utuh dan mandiri. Momentum ini bukan sekadar ganti nama. Lebih dari itu, ini adalah deklarasi resmi tentang arah baru Vokasi UI. Heri Hermansyah menegaskan bahwa transformasi ini merupakan tonggak bersejarah yang telah lama dipersiapkan. “Ini merupakan momentum bersejarah dari perubahan nama dari Program Pendidikan Vokasi UI menjadi Sekolah Vokasi UI. Selama ini Vokasi UI mengelola aset, SDM dan secara otonomi. Nama baru ini juga sesuai dengan perguruan tinggi di Indonesia dan internasional yang menyelenggarakan pendidikan Vokasi,” kata Rektor UI Heri Hermansyah di Depok, Jumat. Dengan mengadopsi terminologi “Sekolah” yang lazim digunakan di dunia pendidikan vokasi global, UI ingin merepresentasikan sebuah entitas akademik yang adaptif. Istilah ini dinilai lebih tepat untuk menggambarkan sebuah institusi yang memiliki otonomi dalam mengintegrasikan pendidikan, riset terapan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Perubahan dari kata “Program” menjadi “Sekolah” bukanlah hal yang sederhana. Secara kelembagaan, ini adalah lompatan besar yang menunjukkan keseriusan UI dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang setara dengan fakultas-fakultas lain di lingkungannya. “Transformasi ini sekaligus mempertegas positioning Sekolah Vokasi UI dalam memperkuat konsep link and match dengan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA) guna mencetak lulusan dengan kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang utuh,” katanya. Di balik perubahan nama ini, ada fondasi yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Direktur Sekolah Vokasi UI, Safrin Arifin, memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kesiapan institusinya. Menurutnya, mandat baru ini tidak diemban dengan tangan kosong. Sementara itu Direktur Sekolah Vokasi UI Safrin Arifin mengatakan kesiapan Sekolah Vokasi UI dalam mengemban mandat baru ini didukung oleh rekam jejak tata kelola institusi yang solid. Rekam jejak tersebut terlihat dari berbagai capaian yang telah diraih. Beberapa di antaranya adalah Peringkat I Kontrak Kinerja (Kokin) UI Tahun 2023, Peringkat II UI Zona Integritas Award secara berturut-turut pada 2022 dan 2023, serta Peringkat I GreenMetric UI Tahun 2025. “Fondasi kelembagaan tersebut turut diperkuat oleh deretan prestasi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di berbagai ajang keilmuan tingkat nasional maupun internasional,” katanya. Dengan status baru ini, Sekolah Vokasi UI menegaskan komitmennya untuk terus mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki penguasaan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga sikap kerja profesional yang utuh, sehingga siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan berdaya saing di tinggi. Sekolah Vokasi Universitas Indonesia merupakan institusi pendidikan tinggi terapan di bawah naungan UI yang menyelenggarakan program Diploma III, Sarjana Terapan (Diploma IV), hingga Magister Terapan.
Artikel Terkait
Kecelakaan Beruntun di Simpang Gandukepuh Ponorogo Libatkan Dua Pikap dan Bus Pariwisata, Sopir Diduga Kurang Fokus
World Boxing Resmi Cabut Sanksi, Petinju Rusia Kembali Berlaga dengan Bendera Nasional
Kapolri Rotasi Sejumlah Perwira Tinggi, Wakapolda Sumut Brigjen Sonny Irawan Dimutasi ke Lemdiklat
Bulog Wajibkan Sertifikasi Penggilingan Padi Mitra pada 2027 demi Jamin Kualitas Beras