PARADAPOS.COM - Tim Identifikasi dan Inafis Polda Jawa Barat menerjunkan anjing pelacak (K9) untuk menelusuri jejak pelaku pembunuhan Sumarna, satpam Perum Jasa Tirta Dua Jatiluhur, di sekitar lokasi penemuan korban. Pengerahan ini dilakukan setelah penyidik menemukan sejumlah petunjuk baru, termasuk sidik jari di meja dan kaca pos satpam. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai hasil pelacakan K9 tersebut, sementara penyidik masih terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan motif pelaku.
Jejak pelaku mulai diendus dari pos satpam, tempat korban biasa berjaga, kemudian berlanjut ke titik penemuan mayat serta sebuah saung yang diduga sempat disinggahi baik oleh korban maupun pelaku. Untuk memudahkan pelacakan, polisi menggunakan barang bukti yang diduga kuat milik korban sebagai penanda aroma bagi anjing pelacak. Suasana di lokasi terpantau tegang, sejumlah warga hanya bisa memperhatikan dari kejauhan saat tim K9 menyisir area yang sudah diberi garis polisi.
Olah TKP Ulang dan Penemuan Sidik Jari
Sebelum pengerahan K9, Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta bersama Tim Inafis Polda Jawa Barat telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang pada Jumat sore, 31 Juli 2026. Fokus utama olah TKP kali ini adalah pos satpam Bendungan Tanggul Kayat, lokasi terakhir korban bertugas sebelum ditemukan tewas. Tim Inafis menyisir setiap sudut ruangan untuk mencari jejak sidik jari orang asing, salah satunya yang menempel di kaca pos satpam.
Selain di pos satpam, tim juga memeriksa ulang area tepi danau, tepat di titik di mana korban ditemukan dalam keadaan tenggelam dengan tangan terborgol. Proses ini berlangsung hati-hati, mengingat lokasi yang licin dan kondisi cuaca yang mendung. Beberapa warga yang kebetulan melintas sempat berhenti sejenak, memperhatikan jalannya penyelidikan dari balik pagar pembatas.
Pendekatan ke Warga dan Bukti CCTV
Kapolres Purwakarta, AKBP Febri Nurzam, mengungkapkan bahwa selain olah TKP, pihaknya juga melakukan pendekatan langsung kepada warga sekitar untuk menggali keterangan tambahan. Hasilnya, polisi berhasil mengantongi beberapa informasi baru terkait aktivitas sebelum, saat, dan setelah kejadian pembunuhan. Informasi-informasi ini menjadi bahan penting bagi penyidik untuk merangkai kronologi peristiwa.
“Apa yang Ibu dengar, apa yang Ibu lihat, apa yang Ibu ketahui, tolong disampaikan ke kami. Setidaknya bisa membantu keluarga korban cepat mendapatkan kepastian hukum,” kata Febri di lokasi, Jumat, 31 Juli 2026.
Dalam proses penyelidikan ini, polisi juga telah memeriksa rekaman CCTV milik warga yang terpasang di sekitar lokasi kejadian. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kronologi peristiwa dan pelaku yang terlibat. Beberapa rekaman yang didapat masih dalam tahap analisis untuk memastikan apakah ada sosok mencurigakan yang terekam pada jam-jam kritis sebelum korban ditemukan.
Hingga berita ini ditulis, penyidik masih terus bekerja untuk mengembangkan penyelidikan. Belum ada pernyataan resmi mengenai perkembangan lebih lanjut, namun tim gabungan tampak masih fokus di lapangan, mencoba merangkai setiap petunjuk yang ada untuk mengungkap kasus ini.
Artikel Terkait
Kebakaran Lahan Kosong di Jagakarsa Padam, Delapan Personel Dikerahkan
BPJT: Perpres Logistik 2026 Momentum Perombakan Tata Kelola, Target Biaya 8 Persen Butuh Integrasi Jalan Tol dan Kawasan
Meet Nite Fest 2026 di Senayan Park: Olabro Debut di Panggung Besar, Ribuan Pengunjung Hadir
Ezra Walian Jadi Kapten Indonesia All Stars Lawan Aston Villa di SUGBK