PARADAPOS.COM - PT JIO Distribusi Indonesia resmi meluncurkan BAIC T1, kendaraan listrik penuh pertama mereka, di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, pada 29 Juli hingga 9 Agustus 2026. Model ini dihadirkan sebagai tonggak baru di tahun ketiga kehadiran BAIC di pasar otomotif nasional, dengan target penjualan 1.000 unit hingga akhir tahun dan harga perkenalan Rp373 juta untuk 1.000 konsumen pertama. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi BAIC di segmen premium hatchback crossover EV yang tengah berkembang.
Keputusan BAIC untuk masuk ke segmen kendaraan listrik penuh ini bukan tanpa pertimbangan. Sebelumnya, lini produk mereka di Indonesia—mulai dari BJ40 Plus, X55 II, hingga BJ30 HEV—telah membangun fondasi yang solid. Menariknya, varian hybrid BJ30 HEV tercatat menyumbang sekitar 56 persen dari total penjualan BAIC di dalam negeri. Angka tersebut menjadi sinyal kuat bahwa penerimaan pasar terhadap teknologi elektrifikasi dari merek ini sudah cukup matang, sehingga langkah menuju kendaraan listrik murni (BEV) dinilai sebagai kelanjutan logis dari strategi tersebut.
“Ini merupakan bukti nyata PT JIO Distribusi Indonesia untuk terus menghadirkan inovasi kendaraan baru melalui brand BAIC yang kini semakin dikenal dan dipercaya oleh masyarakat Indonesia,” ujar Chief Operating Officer BAIC Indonesia, Dhani Yahya, dalam keterangannya di sela-sela pameran.
Optimisme manajemen terhadap performa T1 di pasar cukup tinggi. Mereka membidik angka penjualan yang ambisius untuk sebuah model baru di segmennya. “Target kami bisa jual BAIC T1 1.000 unit sampai akhir 2026,” terang Dhani Yahya. Ia menambahkan bahwa salah satu strategi kunci untuk merealisasikan target tersebut adalah dengan menerapkan kebijakan harga perkenalan yang lebih kompetitif dibandingkan harga normalnya.
Secara spesifik, BAIC T1 dibanderol dengan harga normal Rp393 juta. Namun, khusus untuk periode awal peluncuran, perusahaan memberikan insentif potongan harga sebesar Rp20 juta bagi 1.000 konsumen pertama. Dengan demikian, konsumen yang termasuk dalam kuota tersebut dapat membawa pulang BAIC T1 dengan nilai tebus Rp373 juta. Langkah ini terbilang agresif untuk menarik perhatian awal pasar dan membangun basis pelanggan sebelum harga kembali ke level normal.
Program dan Strategi Penjualan di GIIAS 2026
Untuk memanfaatkan momentum GIIAS 2026 secara maksimal, BAIC Indonesia tidak hanya mengandalkan peluncuran produk. Mereka juga menyiapkan serangkaian program penjualan yang dirancang untuk memberikan nilai tambah bagi pengunjung pameran. Penawaran yang disiapkan cukup bervariasi, mulai dari potongan harga kendaraan yang mencapai Rp91 juta untuk model-model tertentu, diskon aksesori orisinal hingga 25 persen, serta potongan harga untuk merchandise resmi hingga 34 persen.
Di sektor pembiayaan, BAIC menggandeng mitra untuk menawarkan program bunga 0 persen dengan skema uang muka mulai dari 15 persen. Bagi konsumen yang melakukan pemesanan atau menandatangani Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) selama pameran berlangsung, tersedia pula berbagai hadiah langsung yang bisa didapatkan di tempat. Lebih dari sekadar insentif langsung, seluruh pelanggan yang memesan kendaraan BAIC di ajang ini juga otomatis terdaftar dalam undian berhadiah satu unit BAIC T1 tanpa dipungut biaya tambahan.
Rangkaian program tersebut diharapkan mampu mendongkrak transaksi selama pameran. Secara internal, BAIC Indonesia membidik angka penjualan sebanyak 400 unit selama GIIAS 2026 berlangsung. Angka ini menjadi indikator awal seberapa besar daya tarik T1 dan program-program yang menyertainya di mata konsumen Indonesia yang tengah berada di pameran otomotif terbesar di kawasan itu.
Artikel Terkait
Maresca Pimpin Latihan Perdana Manchester City di Hong Kong, Tegaskan Tak Akan Tiru Gaya Guardiola
Polda Metro Jaya Sita 27,96 Kg Ganja dari Rumah Kontrakan di Cipinang, Tiga Tersangka Diamankan
Spanyol Balikkan Arus Migran di Ceuta: 48.300 Orang Kembali ke Maroko, 57 Tewas
DKI Jakarta Berpotensi Alami Kekeringan, DPRD Desak Pemprov Siapkan Langkah Antisipasi