PLN EPI Latih 20 Perempuan Pesisir Cilacap Jadi Agen Tangguh Bencana

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 03:50 WIB
PLN EPI Latih 20 Perempuan Pesisir Cilacap Jadi Agen Tangguh Bencana

PARADAPOS.COM - Cilacap, 1 Agustus 2026 – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menggelar pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi 20 perempuan di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, pada 29–31 Juli 2026. Kegiatan bertajuk Srikandi Movement, Perempuan Tangguh Bencana ini bertujuan membekali perempuan pesisir sebagai agen pengurangan risiko bencana sekaligus mendukung Program Desa Tangguh Bencana (Destana) BNPB di wilayah yang rentan terhadap gempa bumi, tsunami, banjir rob, abrasi, gelombang tinggi, dan cuaca ekstrem. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan di sekitar wilayah operasional PLTU Jawa Tengah 2 Adipala. Peran Strategis Perempuan dalam Mitigasi Bencana Ketua Srikandi PLN EPI yang juga menjabat sebagai Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati, menegaskan bahwa posisi perempuan sangat strategis dalam membangun budaya sadar bencana. Menurutnya, perempuan berperan ganda sebagai pelindung keluarga sekaligus penggerak kesiapsiagaan di lingkungan tempat tinggalnya. "Desa Bunton merupakan kawasan pesisir yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia sehingga memiliki potensi ancaman gempa bumi, tsunami, banjir rob, abrasi, hingga cuaca ekstrem. Karena itu, pengurangan risiko bencana harus dimulai jauh sebelum bencana terjadi melalui peningkatan kapasitas masyarakat," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 1 Agustus 2026. Materi Pelatihan dan Bantuan Peralatan Selama tiga hari pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan komprehensif yang mencakup pengurangan risiko bencana, komunikasi risiko, sistem peringatan dini, pertolongan pertama, evakuasi mandiri, perlindungan kelompok rentan, dukungan psikososial pascabencana, hingga penyusunan rencana aksi berbasis masyarakat. Materi yang diberikan dirancang agar dapat langsung diaplikasikan di lapangan. Tidak hanya pelatihan, PLN EPI juga menyerahkan perlengkapan tanggap darurat berupa alat keselamatan, P3K, alat komunikasi, dan perlengkapan administrasi kelompok. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan di tingkat komunitas sehingga kelompok yang terbentuk memiliki kelembagaan yang kuat, legalitas, rencana kerja yang jelas, serta mampu bersinergi dengan pemerintah desa, BPBD, dan relawan kebencanaan. "Melalui Srikandi PLN EPI, kami ingin memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan yang mampu melindungi keluarga, mengedukasi masyarakat, serta menumbuhkan budaya kesiapsiagaan di tingkat komunitas," ujar Erma. Investasi Sosial Jangka Panjang Erma menekankan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan seremonial, melainkan sebuah investasi sosial jangka panjang. Tujuannya adalah memperkuat kelembagaan masyarakat agar mampu menjadi garda terdepan dalam mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana. "Kami berharap Kelompok Perempuan Tangguh Bencana dapat berkembang menjadi motor penggerak Desa Tangguh Bencana yang aktif dan mandiri. Pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada diri mereka sendiri, tetapi terus ditularkan kepada keluarga, kelompok PKK, sekolah, dan masyarakat sekitar sehingga budaya sadar bencana semakin kuat serta mampu memperkecil risiko dan dampak ketika bencana terjadi," tambahnya. Dukungan dari Pemerintah Daerah Apresiasi datang dari Camat Adipala, Firdaus Azy Mutia, atas kontribusi PLN EPI dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir. Ia berharap sinergi ini terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah desa, BPBD, PMI, relawan kebencanaan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Dengan begitu, kelompok yang telah terbentuk dapat menjalankan perannya secara berkelanjutan. Senada dengan itu, Kepala UPT BPBD Kroya, Edi Purwanto, menjelaskan bahwa Kabupaten Cilacap merupakan salah satu daerah dengan tingkat ancaman bencana yang tinggi. Menurutnya, penguatan kapasitas masyarakat menjadi strategi utama dalam mengurangi risiko bencana. "Paradigma penanggulangan bencana saat ini tidak lagi berfokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi membangun masyarakat yang siap sebelum bencana datang. Salah satu langkah pentingnya adalah meningkatkan kapasitas komunitas, termasuk perempuan yang memiliki peran strategis dalam melindungi keluarga, menyebarluaskan informasi kebencanaan, dan mendukung proses pemulihan masyarakat," katanya. Kesaksian Peserta Pelatihan Ketua Kelompok Perempuan Tangguh Bencana Desa Bunton, Rastiani, mengaku pelatihan tersebut memberikan bekal yang sangat bermanfaat bagi dirinya dan warga lainnya. Ia merasa lebih siap dan memahami langkah-langkah yang harus diambil saat menghadapi situasi darurat. "Kami kini lebih memahami potensi bencana di desa kami, mengetahui langkah-langkah evakuasi, pertolongan pertama, hingga cara melindungi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan. Ilmu yang kami peroleh akan kami bagikan kepada keluarga dan masyarakat agar semakin banyak warga Desa Bunton yang siap menghadapi bencana," ujarnya. Komitmen ESG dan SDGs Kegiatan ini merupakan implementasi komitmen PLN EPI terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada aspek sosial. Fokusnya mencakup penguatan kapasitas masyarakat, pemberdayaan perempuan, serta pembangunan ketahanan komunitas di sekitar wilayah operasional perusahaan. Inisiatif ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain Tujuan 5 (Kesetaraan Gender) melalui peningkatan kepemimpinan dan peran perempuan, Tujuan 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan ketangguhan masyarakat terhadap bencana, dan Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui peningkatan kesiapsiagaan menghadapi risiko iklim. "Bagi PLN EPI, keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan energi primer yang andal, tetapi juga melalui investasi sosial yang memperkuat ketahanan masyarakat dan menciptakan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang," ungkap Erma.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar