Wamen ESDM Sidak SPBU di Tapanuli Selatan, Pantau Distribusi BBM dan Penerapan B50

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:50 WIB
Wamen ESDM Sidak SPBU di Tapanuli Selatan, Pantau Distribusi BBM dan Penerapan B50

PARADAPOS.COM - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, melakukan inspeksi mendadak ke SPBU 14.227.322 di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Kunjungan ini bertujuan memastikan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) sekaligus mengevaluasi langsung penerapan program mandatori biodiesel B50 di lapangan. Dalam dialog dengan para pengemudi, Yuliot menerima sejumlah masukan terkait performa mesin kendaraan yang menggunakan B50, yang akan dijadikan bahan evaluasi kebijakan pemerintah.

Cuaca di Sipirok siang itu cukup cerah ketika rombongan kementerian tiba. Yuliot tidak langsung menuju ruang operator, melainkan menyapa sejumlah pengemudi yang tengah mengantre di pompa. Ia tampak berbincang akrab dengan para pengguna kendaraan diesel, mendengarkan keluh kesah mereka soal bahan bakar yang kini sudah memakai campuran minyak sawit 50 persen itu.

"Kita mengecek pasokan BBM yang ada di seluruh daerah, dan saya lihat pasokan BBM cukup lancar. Selain mengecek kelancaran BBM, kita juga ingin melihat implementasi B50, kita harus mengecek bagaimana penerapannya di lapangan," ujar Yuliot dalam keterangan tertulis yang dikutip dari Antara.

Respons Pengguna di Lapangan

Dalam kesempatan itu, Yuliot berdialog dengan sejumlah pengguna B50 yang mengoperasikan kendaraan diesel untuk aktivitas sehari-hari. Salah satunya adalah Nainggolan (47), seorang pengemudi pikap pengangkut ikan asin. Pria paruh baya ini mengaku tidak merasakan perbedaan signifikan pada kendaraannya sejak beralih ke B50.

"Usai memakai B50, sama saja, tidak ada masalah apa-apa pada mesin. Lancar-lancar saja," kata Nainggolan singkat.

Pengalaman serupa diungkapkan Herwin Siregar (47), sopir angkutan umum trayek Medan–Sipahutar. Pria yang sudah delapan tahun mengemudikan Mitsubishi L300 ini menuturkan bahwa mesin mobilnya tetap bekerja normal. Setiap hari, ia menghabiskan sekitar Rp450 ribu untuk bahan bakar guna menempuh perjalanan pulang-pergi selama enam jam.

"Saya sudah lama menggunakan Biosolar untuk mobil angkutan saya Mitsubishi L300 jurusan Medan ke Sipahutar. Setiap hari saya isi Rp450 ribu untuk perjalanan enam jam. Aman di mesin, hanya ada sedikit perbedaan kalau di jalan yang menanjak," ujar Herwin.

Meski demikian, catatan kecil soal tenaga di tanjakan menjadi perhatian tersendiri. Herwin menyebutkan perbedaan itu tidak sampai mengganggu aktivitasnya, namun ia berharap pemerintah terus memantau kualitas B50 agar tetap ramah terhadap mesin kendaraan tua.

Evaluasi dan Tindak Lanjut

Kementerian ESDM menilai pengalaman langsung dari para pengemudi seperti Nainggolan dan Herwin merupakan indikator awal yang berharga. Masukan dari masyarakat dianggap penting untuk melengkapi data evaluasi kebijakan, di samping upaya memastikan pasokan BBM tetap lancar di berbagai daerah.

Peninjauan di Sipirok ini merupakan bagian dari rangkaian agenda kerja Yuliot di Sumatra Utara. Sebelumnya, ia bersama rombongan sempat meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru. Setelah dari Sipirok, perjalanan dilanjutkan ke Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla untuk mengecek kesiapan infrastruktur energi di wilayah tersebut.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar