Imam Besar FBR Instruksikan Anggota Tak Sebar Informasi di Medsos Sebelum Dipastikan Kebenarannya

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Imam Besar FBR Instruksikan Anggota Tak Sebar Informasi di Medsos Sebelum Dipastikan Kebenarannya

PARADAPOS.COM - Imam Besar Forum Betawi Rempug (FBR), KH. Lutfi Hakim, mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh anggotanya untuk tidak menyebarkan informasi di media sosial sebelum memastikan kebenarannya. Arahan ini disampaikan di tengah peringatan Milad ke-25 FBR di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 1 Agustus 2026, sebagai langkah antisipasi mencegah terulangnya kerusuhan pascaunjuk rasa tahun sebelumnya. Lutfi menekankan pentingnya kecerdasan dan kebijaksanaan dalam bermedia sosial, serta mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga kondusivitas ibu kota.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut menjadi panggung bagi Lutfi untuk menyampaikan kegelisahannya terhadap maraknya berita bohong atau hoaks yang beredar luas di masyarakat. Menurutnya, kebiasaan menyebarkan informasi tanpa verifikasi adalah bibit dari perpecahan dan kerugian kolektif. Instruksi ini bukan sekadar imbauan, melainkan sebuah perintah organisasi yang harus dipatuhi oleh kader di semua tingkatan.

Pesan Utama untuk Kader FBR

Di hadapan ribuan anggota yang hadir, Lutfi dengan tegas menyampaikan amanatnya. Ia menggarisbawahi bahwa dampak dari penyebaran berita yang belum tentu benar jauh lebih besar daripada sekadar kesalahan informasi. Kerugian tersebut tidak hanya dialami oleh individu, tetapi juga oleh masyarakat luas dan citra organisasi.

"Saya berpesan kepada seluruh anggota FBR terkait berita-berita di medsos, apa pun itu, tanpa dikroscek jangan disebarkan. Antisipasi agar kita cerdas dan bijak dalam bermedia sosial. Karena pada akhirnya yang rugi adalah kita sendiri," kata Lutfi dalam sambutannya di acara Milad ke-25 FBR, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).

Pernyataan tersebut disambut dengan anggukan setuju dari para hadirin. Suasana di lokasi acara pun tampak serius, menunjukkan bahwa pesan yang disampaikan Imam Besar mereka dianggap sebagai arahan penting yang harus segera diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di ruang digital.

Menjaga Keamanan dan Kondusivitas Jakarta

Tidak berhenti pada imbauan soal literasi digital, Lutfi juga mengarahkan perhatian pada upaya kolektif menjaga keamanan lingkungan. Ia secara khusus menyinggung potensi pihak-pihak luar yang ingin memanfaatkan situasi untuk kepentingan tertentu, sehingga mengganggu stabilitas keamanan di kampung-kampung warga. Seruan ini merupakan bagian dari komitmen FBR untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga ketenteraman ibu kota.

"Kerusuhan tahun lalu kita rugi. Karena di Senen itu, halte bus gambarnya adalah batik kebanggaan kita, batik tumpal, tapi hancur oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," ujar Lutfi.

Mengenang kejadian yang merugikan tersebut, Lutfi mengajak seluruh anggota untuk tidak lengah. Ia menegaskan bahwa pengalaman pahit di masa lalu harus menjadi pelajaran berharga agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Menurutnya, kepercayaan terhadap pemerintah dan aparat keamanan adalah kunci untuk bersama-sama membangun Jakarta yang lebih aman dan damai.

"Nah, kita tidak ingin itu terjadi. Kita tetap percaya pemerintah kita bisa membawa kita lebih baik lagi," pungkasnya.

Instruksi ini diharapkan mampu menjadi pedoman bagi seluruh kader FBR dalam beraktivitas, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Dengan adanya arahan tegas dari pimpinan tertinggi, diharapkan penyebaran informasi yang tidak jelas kebenarannya dapat diminimalisir, sehingga tercipta suasana yang kondusif dan harmonis di tengah masyarakat Betawi khususnya, dan warga Jakarta pada umumnya.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar