PARADAPOS.COM - Yogyakarta, 2 Agustus 2026. Laboratorium Kualitas Air Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan kunjungan studi banding ke PT Greenlab Indo Global (Greenlab Indonesia). Kunjungan yang dipimpin Kepala Laboratorium Kualitas Air FTSL ITB, Qomarudin Helmy, ini bertujuan memperkuat pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik pengelolaan laboratorium modern. Rombongan disambut langsung oleh Direktur Utama Environesia Group sekaligus Direktur PT Greenlab Indo Global, Saprian, beserta jajaran manajemen Greenlab Indonesia di kantor mereka.
Membuka "Dapur" Laboratorium untuk Berbagi Ilmu
Suasana sore itu terasa hangat ketika rombongan akademisi dari Bandung itu disambut di ruang pertemuan utama. Bukan sekadar seremoni, kunjungan ini dirancang sebagai ruang berbagi yang terbuka. Greenlab Indonesia, yang baru menginjak usia delapan tahun, memaparkan berbagai inovasi yang telah mereka kembangkan sejak awal berdiri. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah Greenlab Indonesia Smart Integrated System (GISIS).
Platform digital terintegrasi ini, menurut penjelasan manajemen, mengelola seluruh proses bisnis laboratorium. Mulai dari penerimaan sampel, pengujian, pengendalian mutu, pelaporan hasil uji, manajemen pelanggan, hingga pemantauan operasional secara real-time. Para peserta studi banding tidak hanya mendengar paparan di ruang rapat. Mereka diajak berkeliling untuk melihat langsung bagaimana transformasi digital, sistem manajemen mutu, efisiensi operasional, dan budaya kerja dibangun. Tujuannya jelas: menghadirkan layanan laboratorium yang cepat, akurat, transparan, dan berstandar internasional.
Sinergi Akademisi dan Industri
Di sela-sela kunjungan, Saprian menyampaikan pandangannya mengenai esensi kolaborasi ini.
"Kami percaya bahwa ilmu pengetahuan akan berkembang lebih cepat ketika dibagikan. Karena itu Greenlab dengan senang hati membuka 'dapur' kami agar praktik-praktik terbaik yang telah kami bangun dapat menjadi inspirasi bersama. Kemajuan laboratorium lingkungan di Indonesia bukanlah sebuah kompetisi, melainkan hasil dari kolaborasi seluruh ekosistem," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 2 Agustus 2026.
Bagi Greenlab, kehadiran rombongan dari ITB bukan sekadar kunjungan seremonial. Saprian mengaku bahwa hal ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus motivasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan.
"Institut Teknologi Bandung merupakan salah satu institusi pendidikan teknik terbaik di Indonesia. Menjadi tujuan studi banding dari Laboratorium Kualitas Air FTSL ITB adalah sebuah kehormatan bagi kami. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi yang lahir dari dunia industri juga dapat menjadi referensi bagi pengembangan laboratorium nasional melalui semangat saling belajar dan berbagi pengalaman," tuturnya.
Rekam Jejak dan Standar Mutu
Dalam kurun waktu delapan tahun, Greenlab Indonesia telah mencatatkan perkembangan yang signifikan. Jangkauan layanannya tidak hanya mencakup 38 provinsi di Indonesia, tetapi juga dipercaya oleh klien dari 10 negara. Kepercayaan ini tentu tidak datang begitu saja. Hal ini diperkuat dengan Akreditasi KAN berdasarkan ISO/IEC 17025, serta sertifikasi ISO 9001 (Sistem Manajemen Mutu), ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan), dan ISO 45001 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang diterbitkan oleh British Standards Institution (BSI), United Kingdom.
Sebagai bagian dari Environesia Group yang mengusung visi "The World-Class Integrated Green Ecosystem", Greenlab Indonesia meyakini bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri merupakan fondasi penting. Kolaborasi ini dinilai mampu mempercepat inovasi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memperkuat daya saing laboratorium Indonesia di tingkat global.
Kunjungan dari Laboratorium Kualitas Air FTSL ITB ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara dunia akademik dan industri mampu menciptakan ruang belajar yang saling memperkaya. Greenlab Indonesia berharap kolaborasi seperti ini terus berkembang. Harapannya, sebagai bagian dari upaya bersama membangun ekosistem laboratorium lingkungan Indonesia yang semakin maju, inovatif, dan berdaya saing global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Putra Nia Ramadhani Lolos Barcelona Academy Usai Seleksi Ketat, Juga Diundang Ikut Arsenal Training Clinic
Atlet Rusia Denis Vovk Pensiun dengan Rekor Dunia: Menggeser Lapangan Stadion Gazprom Arena Sejauh 4 Meter
CSNO Umumkan Penyelesaian Upgrade Orbit Sistem Navigasi BeiDou, Akurasi Posisi Global Kini di Bawah 10 Meter
Aston Villa Taklukkan Indonesia All Stars 3-1 di SUGBK