Menag: Indonesia Lukisan Tuhan Paling Indah, Indeks Kerukunan Umat Beragama Capai Rekor Tertinggi

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:25 WIB
Menag: Indonesia Lukisan Tuhan Paling Indah, Indeks Kerukunan Umat Beragama Capai Rekor Tertinggi
PARADAPOS.COM - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut Indonesia sebagai "lukisan Tuhan yang paling indah" dan menegaskan seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab menjaga persatuan. Pernyataan itu disampaikan dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026) malam. Kegiatan yang dihadiri ribuan masyarakat dan tokoh lintas agama ini juga menjadi momentum untuk merefleksikan stabilitas nasional di tengah dinamika global.

Modal Besar Menuju Pusat Peradaban Dunia

Dalam sambutannya, Nasaruddin menggarisbawahi bahwa Indonesia tengah berada di jalur pembangunan yang tepat. Ia menilai fondasi ekonomi, sosial, dan politik nasional cukup kokoh untuk melangkah lebih jauh. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, arah pembangunan nasional menunjukkan progres yang signifikan. “Di tengah dinamika global, kita patut bersyukur karena pembangunan Indonesia di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto berjalan pada jalur yang tepat. Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi salah satu episentrum peradaban dunia pada masa mendatang,” kata Nasaruddin. Ia lalu membandingkan kondisi dalam negeri dengan sejumlah kawasan lain yang masih diliputi ketidakpastian. Situasi yang relatif aman dan terkendali ini, lanjutnya, merupakan keunggulan yang tidak dimiliki semua negara. Suasana malam itu, dengan ribuan orang duduk bersimpuh memanjatkan doa, dinilainya sebagai cermin nyata dari kerukunan yang hidup di tengah masyarakat majemuk.

Kerukunan Sebagai Realitas Sosial

Nasaruddin menekankan bahwa kebersamaan lintas iman yang terlihat di Monas bukan sekadar seremonial belaka. Ia menyebutnya sebagai bukti empiris bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi rasa cinta terhadap tanah air. Justru di situlah letak kekuatan bangsa ini. “Selain didukung stabilitas ekonomi, kehidupan sosial dan politik nasional juga lebih kondusif dibandingkan sejumlah kawasan yang masih diliputi konflik. Malam ini adalah bukti bahwa kerukunan merupakan realitas sosial yang hidup di masyarakat Indonesia yang majemuk,” ujarnya. Ia kemudian mengingatkan kembali pesan sentralnya tentang keindahan Indonesia. Baginya, anugerah berupa negeri yang damai dan toleran harus dirawat bersama-sama, bukan dirusak oleh kepentingan sempit segelintir pihak. “Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah di muka bumi ini, maka itu tidak boleh ada yang mengacak-acaknya. Malam ini ribuan umat dan para tokoh lintas agama berkumpul dalam satu majelis memanjatkan doa terbaik bagi negerinya. Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi kita dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia,” tegasnya.

Indeks Kerukunan Mencapai Rekor Tertinggi

Lebih jauh, Menteri Agama memaparkan capaian nyata dari upaya merawat kebersamaan tersebut. Ia menyebutkan bahwa kerja keras semua pihak dalam menjaga toleransi membuahkan hasil yang terukur dan membanggakan. Angka tersebut menjadi catatan sejarah baru bagi bangsa ini. “Ikhtiar kita di dalam merawat kerukunan juga membuahkan hasil yang membanggakan. Indeks kerukunan umat beragama meningkat dari 76,47 pada tahun 2024 menjadi 77,89 pada tahun 2025, tertinggi semenjak negeri ini berdiri,” pungkasnya. Acara yang berlangsung khidmat itu turut dihadiri sejumlah pejabat negara dan perwakilan organisasi kemasyarakatan. Meski Presiden Prabowo Subianto batal hadir, rangkaian doa tetap berjalan lancar hingga selesai. Suasana kebersamaan tampak menguat di akhir acara, seiring lantunan doa yang dipanjatkan untuk keselamatan dan kemajuan bangsa.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar