Polisi Ubah Strategi Usut Kematian Satpam PJT II di Jatiluhur, Temui Warga yang Takut Beri Keterangan

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:25 WIB
Polisi Ubah Strategi Usut Kematian Satpam PJT II di Jatiluhur, Temui Warga yang Takut Beri Keterangan

PARADAPOS.COM - Penyidik Polres Purwakarta masih bekerja membongkar tabir kematian Sumarna, seorang petugas keamanan (satpam) di Perusahaan Umum Jasa Tirta (PJT) II, yang jasadnya ditemukan dalam kondisi tangan terborgol di perairan Waduk Jatiluhur, Jawa Barat. Selain mendalami motif, aparat mengubah pendekatan dengan turun langsung menemui warga yang selama ini ketakutan memberi keterangan. Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam mengungkapkan bahwa rasa takut warga justru menjadi penghalang utama dalam pengungkapan kasus ini, sehingga komunikasi tatap muka dinilai lebih efektif ketimbang meminta mereka datang ke kantor polisi. Kendala Psikologis Warga Proses penyelidikan yang berjalan sejak penemuan jenazah pada pekan lalu menemui dinding tembok berupa keengganan sejumlah saksi untuk berbicara. Fenomena ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, sebagian warga mengaku cemas dan takut ketika harus berhadapan dengan suasana formal kepolisian. Hal ini diakui langsung oleh Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam. Ia menuturkan bahwa ketakutan tersebut lebih bersifat psikologis, bukan karena adanya ancaman tertentu. “Terlihat masih ada beberapa masyarakat yang ketakutan memberikan informasi. Ketakutan ini hanya sebatas masyarakat mungkin masih takut dengan suasana kantor polisi. Akhirnya saya datang ke sini memberikan gambaran kepada masyarakat, Bapak, Ibu, saya datang ke sini bukan hanya sebagai seorang polisi, tapi sesama umat manusia yang punya kewajiban membantu sesama umat manusia,” ujarnya dalam tayangan Metro Hari Ini, Sabtu 1 Agustus 2026. Pendekatan humanis ini rupanya mulai membuahkan hasil. Perlahan, warga yang sebelumnya menutup diri mulai luluh dan bersedia berbagi informasi. Febri mengungkapkan bahwa setelah komunikasi dua arah terbangun, sejumlah petunjuk baru mulai mengalir. “Alhamdulillah, warga-warga dapat gambaran seperti itu, kami berkomunikasi, informasi ada motif di sini,” katanya. Olah TKP Ulang dan Penyisiran Pada Jumat sore, 31 Juli 2026, Tim INAFIS Polda Jawa Barat bersama Satreskrim Polres Purwakarta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang. Tidak hanya memeriksa lokasi, mereka juga menerjunkan anjing pelacak (K-9) untuk menyisir area sekitar. Titik yang menjadi fokus adalah pos satpam tempat korban biasa bertugas, lokasi penemuan jenazah, hingga sebuah saung yang diduga sempat digunakan oleh korban maupun pelaku sebelum kejadian. Dari proses penyisiran tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) milik warga. Selain itu, tim forensik juga mencari jejak sidik jari yang diduga bukan milik korban di Pos Satpam Bendungan Tanggul Kayat. Langkah ini diambil untuk memperkuat konstruksi hukum dan menemukan titik terang siapa dalang di balik aksi beringas tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum menetapkan tersangka. Namun, dengan adanya perubahan strategi komunikasi dan penguatan alat bukti, diharapkan kasus ini segera terungkap dan pelaku dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar