PARADAPOS.COM - Gempa bumi dangkal dengan magnitudo 2,8 mengguncang wilayah Tenggara Berau, Kalimantan Timur, pada Minggu siang, 2 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di koordinat 1,75 Lintang Utara dan 117,46 Bujur Timur, tepatnya sekitar 34 kilometer dari Tenggara Berau, dengan kedalaman hiposenter hanya 2 kilometer. Guncangan terjadi pukul 11.22 WIB dan termasuk kategori gempa sangat dangkal.
Informasi yang dirilis BMKG melalui laporan awal mengutamakan kecepatan, sehingga parameter gempa masih bisa berubah seiring kelengkapan data. Meski magnitudonya kecil, kedalaman yang ekstrem dangkal kerap kali membuat guncangan terasa lebih kuat di permukaan, terutama bagi warga yang berada dekat episenter.
Lokasi Episenter dan Parameter Gempa
Berdasarkan analisis awal BMKG, episenter gempa berlokasi di darat, tidak jauh dari garis pantai timur Kalimantan. Jarak episenter tercatat sekitar 34 kilometer arah tenggara dari pusat Kabupaten Berau. Sementara itu, jika merujuk pada koordinat yang dirilis, titik gempa berada di wilayah yang secara administratif masuk dalam cakupan Provinsi Kalimantan Timur.
Data yang dipublikasikan BMKG menunjukkan parameter gempa sebagai berikut: magnitudo 2,8, waktu kejadian pukul 11.22.14 WIB, lokasi 1,75 LU dan 117,46 BT, dengan kedalaman 2 kilometer. Informasi ini disebarkan melalui kanal resmi BMKG dan menjadi rujukan awal bagi masyarakat serta instansi terkait.
Pernyataan Resmi BMKG
"Gempa Mag:2.8, 02-Aug-2026 11:22:14WIB, Lok:1.75LU, 117.46BT (34 km Tenggara BERAU-KALTIM), Kedlmn:2 Km," tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Dalam laporan yang sama, BMKG menegaskan bahwa informasi ini bersifat sementara dan akan diperbarui apabila terjadi perubahan data setelah dilakukan pengolahan lebih lanjut. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi dan senantiasa merujuk pada kanal resmi BMKG.
Catatan Lapangan dan Imbauan
Di lapangan, gempa dangkal dengan magnitudo di bawah 3 umumnya tidak berpotensi menimbulkan kerusakan berarti. Namun, karakteristik tanah yang lunak di beberapa wilayah pesisir Kalimantan Timur dapat memperkuat sensasi getaran meski episenternya relatif kecil. Warga yang berada di permukiman dekat pantai atau area reklamasi kerap merasakan guncangan lebih jelas dibandingkan mereka yang berada di atas batuan keras.
BMKG mengingatkan bahwa informasi awal gempa bersifat sementara dan dapat mengalami pembaruan setelah proses analisis lebih lanjut. Hingga berita ini disusun, belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan atau korban jiwa akibat kejadian ini. Masyarakat tetap diminta tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab.
Artikel Terkait
KPK Pastikan Status Mahasiswa Baru Unsoed Tak Terdampak Kasus Dugaan Pemerasan
KJRI Houston Putar Perdana Film Animasi Jumbo untuk Rayakan HUT ke-81 RI
Polisi Tembus Tujuh Titik Terisolir di NTT Usai Gempa, Distribusi Bantuan Terhambat Medan Ekstrem
Manchester United Sepakati Transfer Carlos Baleba dari Brighton Senilai Rp1,5 Triliun