Petugas Damkar Tewas saat Padamkan Kebakaran Sampah di Jakarta Timur akibat Kehabisan Oksigen

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 17:50 WIB
Petugas Damkar Tewas saat Padamkan Kebakaran Sampah di Jakarta Timur akibat Kehabisan Oksigen

PARADAPOS.COM - Seorang petugas pemadam kebakaran bernama Andriyono gugur dalam tugas saat berupaya menjinakkan si jago merah di sebuah lahan kosong yang dipenuhi tumpukan sampah di Jalan Penggilingan Baru, Jakarta Timur, pada Minggu, 2 Agustus 2026. Insiden nahas ini terjadi ketika korban diduga kehabisan oksigen setelah terkepung asap tebal yang dihembuskan angin kencang ke arahnya. Peristiwa itu bermula dari ulah anak-anak yang bermain api di lokasi, lalu api dengan cepat membesar karena banyaknya material mudah terbakar dan kondisi angin yang bertiup kencang. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat dalam kondisi tidak sadarkan diri, namun nyawanya tidak tertolong. Kronologi Kejadian di Lapangan Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kebakaran tersebut pertama kali diketahui saat sejumlah anak-anak terlihat bermain api di area lahan kosong yang memang sudah lama dipenuhi sampah. Tiupan angin kencang yang terjadi saat itu menjadi pemicu utama api menjalar dengan cepat, membakar tumpukan sampah yang sebagian besar merupakan material kering yang mudah terbakar. Upaya pemadaman pun langsung dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran yang dibantu oleh PPSU Kelurahan Dukuh. Kendala besar dihadapi para petugas di lapangan. Tebalnya asap yang dihasilkan oleh pembakaran sampah menjadi tantangan tersendiri, terlebih saat angin berubah arah secara tiba-tiba. Kondisi ini membuat jarak pandang petugas menjadi sangat terbatas dan menyulitkan proses pemadaman dari berbagai sisi. Momen Kritis Saat Pemadaman Saat proses pemadaman sedang berlangsung, situasi berubah menjadi kritis. Angin yang semula bertiup ke satu arah tiba-tiba berbelok menuju posisi petugas yang sedang berjibaku dengan api. Andriyono, yang berada di bagian barat lokasi kebakaran, terkepung oleh asap pekat yang menyebar cepat. Ia tak sempat menyelamatkan diri dan akhirnya kolaps karena kehabisan oksigen. Rekan-rekan sesama petugas segera mengevakuasi Andriyono dan membawanya ke rumah sakit terdekat dengan harapan mendapat pertolongan medis. Namun, upaya tersebut ternyata sia-sia. Tim medis yang menanganinya menyatakan bahwa nyawa Andriyono tidak dapat tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia. Kesaksian Ketua RW Setempat Peristiwa tragis ini dibenarkan oleh Ketua RW 03, Irman Riyadi. Ia menjelaskan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat dan di luar perkiraan para petugas di lapangan. Menurutnya, asap yang dihasilkan dari kebakaran sampah memang sangat pekat dan membahayakan, terlebih ketika arah angin berubah secara tiba-tiba. “Jadi emang pada saat api sedang besar, asap itu besar. Kita dari segala sisi untuk memadamkannya, tetapi kebetulan angin itu ke barat, sehingga asap semua ke barat. Yang pada saat itu anggota damkar sedang ada di barat sehingga terhiruplah asap itu. Jadi langsung kolaps, dibawa ke rumah sakit,” ucap Irman Riyadi saat dikonfirmasi di lokasi kejadian. Hingga berita ini diturunkan, proses pendinginan di lokasi kebakaran masih terus dilakukan oleh petugas untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang dapat memicu kebakaran susulan. Pihak kepolisian setempat juga telah memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar