PARADAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengambil langkah antisipasi cepat dengan menyiagakan 20 unit ambulans di Pelabuhan Kalianget. Langkah ini merupakan respons langsung atas insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 yang terjadi di perairan setempat pada Minggu pagi, saat kapal tengah berlayar dari Surabaya menuju Makassar. Hingga pukul 18.00 WIB, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat 232 orang telah dievakuasi, dengan rincian 227 orang selamat dan lima orang meninggal dunia. Kesiapsiagaan Penuh di Pelabuhan Kalianget Suasana siaga terasa di Pelabuhan Kalianget sejak Minggu sore. Puluhan ambulans berjejer rapi, siap bergerak kapan pun dibutuhkan. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat meninjau langsung kesiapan tersebut pada Minggu malam, menegaskan bahwa ini adalah bentuk kepedulian nyata pemerintah daerah terhadap para korban. “Jadi, dengan adanya kesiapan ini, jika ada penumpang kapal yang dibawa ke Sumenep, bisa segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan,” ujarnya di sela-sela pemantauan. Fauzi menjelaskan, pihaknya tidak hanya menyiapkan armada ambulans, tetapi juga telah menunjuk tiga rumah sakit rujukan. Ketiganya adalah RSUD dr H Moh Anwar, Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget, dan RS Bhayangkara Sumenep. Rumah sakit-rumah sakit ini dipastikan dalam keadaan siap untuk menerima pasien dalam kondisi darurat. Koordinasi Lintas Sektor dan Proses Evakuasi Lebih lanjut, Fauzi mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi intensif dengan otoritas pelabuhan, aparat keamanan, dan tim penanganan bencana. Tujuannya jelas, memastikan proses evakuasi dan pelayanan kesehatan berjalan optimal tanpa hambatan berarti. Koordinasi ini dinilai krusial mengingat lokasi kejadian berada di tengah laut. Sementara itu, operasi pencarian dan evakuasi korban masih terus berlangsung hingga malam hari. Basarnas mengerahkan sejumlah aset penting, di antaranya KN SAR 249 Permadi, RIB Sumenep, dan KRI Nala 363. Selain itu, beberapa kapal niaga yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian juga turut membantu proses pencarian. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal dan mempercepat penanganan bagi mereka yang membutuhkan pertolongan medis segera.