PARADAPOS.COM - Jakarta, praktik membaca Tiga Surah Qul—Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas—merupakan amalan zikir yang dianjurkan dalam Islam. Ketiga surah pendek ini diyakini sebagai doa perlindungan dari berbagai keburukan dan gangguan, serta dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW dalam rutinitas hariannya. Artikel ini mengulas pengertian, urutan, serta waktu-waktu utama yang dianjurkan untuk mengamalkan ketiga surah tersebut. Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern yang penuh ketidakpastian, banyak umat Islam kembali mencari ketenangan melalui amalan-amalan klasik yang diajarkan Nabi. Salah satunya adalah membaca tiga surah yang diawali dengan kata "Qul" ini. Bukan sekadar rutinitas, amalan ini menjadi benteng spiritual yang diyakini mampu menjaga seorang hamba dari hal-hal yang tidak terlihat maupun terlihat. Mengenal Makna "Qul" dan Julukan Khususnya Secara bahasa, kata "qul" berasal dari bahasa Arab yang berarti "katakanlah". Ini adalah bentuk perintah langsung dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan wahyu yang terkandung dalam ayat-ayat setelahnya. Penyebutan "Tiga Surah Qul" merujuk pada tiga surat yang sama-sama diawali dengan kata perintah tersebut. Menariknya, dua dari tiga surah ini, yaitu Al-Falaq dan An-Nas, memiliki sebutan khusus dalam literatur hadis. Keduanya dikenal sebagai Al-Mu'awwidzatain, yang secara harfiah berarti "dua surah perlindungan". Julukan ini disematkan karena esensi keduanya memang berisi permohonan perlindungan kepada Allah dari segala jenis kejahatan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Urutan dan Bacaan Tiga Surah Qul Dalam mushaf Al-Quran, ketiga surah ini memiliki urutan yang berkesinambungan. Berikut rinciannya sesuai dengan susunan yang ada dalam Al-Quran. 1. Surah Al-Ikhlas (Surah ke-112) Surah ini menegaskan konsep keesaan Allah secara mutlak. Meski pendek, kedudukannya sangat istimewa hingga Rasulullah menyebutnya setara dengan sepertiga Al-Quran. Qul huwallahu ahad. Allahus-samad. Lam yalid wa lam yulad. Wa lam yakul lahu kufuwan ahad. Artinya: "Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya." 2. Surah Al-Falaq (Surah ke-113) Berbeda dengan Al-Ikhlas yang fokus pada ketauhidan, Surah Al-Falaq lebih menekankan pada permohonan perlindungan dari kejahatan makhluk. Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa surah ini menjadi perisai dari sihir, hasad, dan kejahatan yang datang di malam hari. Qul a‘udzu birabbil-falaq. Min syarri ma khalaq. Wa min syarri gasiqin iza waqab. Wa min syarrin-naffasati fil-'uqad. Wa min syarri hasidin iza hasad. Artinya: "Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh, dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.'" 3. Surah An-Nas (Surah ke-114) Surah penutup Al-Quran ini memiliki keunikan tersendiri. Ia menggabungkan tiga sifat Allah—Rububiyah, Mulkiyah, dan Uluhiyah—sebagai landasan permohonan perlindungan dari bisikan setan yang halus. Qul a‘udzu birabbin-nas. Malikin-nas. Ilahin-nas. Min syarril-waswasil-khannas. Allazi yuwaswisu fi sudurin-nas. Minal-jinnati wan-nas. Artinya: "Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (setan) yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.'" Waktu-Waktu Utama Mengamalkan Tiga Surah Qul Para ulama sepakat bahwa amalan ini tidak terikat waktu tertentu, namun terdapat beberapa waktu yang secara khusus dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim, disebutkan beberapa momentum yang paling utama. Pada Waktu Pagi dan Sore Membaca ketiga surah ini di waktu pagi dan petang merupakan bagian dari zikir harian yang dianjurkan. Para ulama kontemporer seperti Syaikh bin Baz sering menekankan bahwa amalan ini menjadi benteng dari berbagai gangguan selama beraktivitas di siang hari dan keamanan di malam hari. Setelah Salat Subuh dan Magrib Kebiasaan Nabi SAW adalah membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas setelah salat Subuh dan Magrib. Ketiga surah ini dibaca secara berurutan, masing-masing sebanyak tiga kali, sebelum dilanjutkan dengan zikir-zikir lainnya. Ritme ini memberikan ketenangan batin sebelum memulai hari dan setelah menutup hari. Sebelum Tidur Ada satu ritual khusus yang diajarkan Rasulullah sebelum beristirahat. Beliau membaca ketiga surah tersebut, lalu meniupkan bacaan itu ke kedua telapak tangan yang dirapatkan. Setelah itu, tangan diusapkan ke seluruh bagian tubuh yang dapat dijangkau, dimulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuh. Amalan ini diulang sebanyak tiga kali. Para perawi hadis menyebutkan bahwa ketika Rasulullah sakit, beliau tetap melakukan ritual ini dan meminta Aisyah untuk membacakannya agar beliau bisa mengusapkannya sendiri. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya amalan ini dalam kehidupan sehari-hari seorang Muslim, bahkan dalam kondisi lemah sekalipun. Dari paparan di atas, jelas bahwa Tiga Surah Qul bukan sekadar bacaan pelengkap. Ia adalah warisan Nabi yang sarat makna, berfungsi sebagai perisai spiritual yang relevan di segala zaman. Mengamalkannya secara konsisten di waktu-waktu yang dianjurkan adalah bentuk ikhtiar batin yang sederhana namun dampaknya sangat besar bagi ketenangan jiwa.
Artikel Terkait
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Minyak 188 Ribu Barel per Hari Mulai September
Mobil Klinik Hewan Keliling Jakarta Utara Kembali Beroperasi, Vaksinasi Rabies hingga Steril Tersedia di Enam Lokasi
UEFA Siapkan Mosi Tidak Percaya untuk Jatuhkan Infantino Jelang Pemilihan Presiden FIFA
Polisi: Atlet Golf Jesslyn Wijaya Tidak Diculik, Melainkan Dibawa Suruhan Ibunya ke Luar Negeri