Harga BBM Per 1 Agustus: Bensin Turun, Solar Naik di Seluruh Jaringan SPBU

- Senin, 03 Agustus 2026 | 02:25 WIB
Harga BBM Per 1 Agustus: Bensin Turun, Solar Naik di Seluruh Jaringan SPBU

PARADAPOS.COM - Jakarta, 3 Agustus 2026. Sejumlah pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) resmi memberlakukan harga baru bahan bakar minyak (BBM) mulai 1 Agustus 2026. Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo kompak melakukan penyesuaian harga untuk jenis bensin maupun solar, dengan mayoritas produk bensin mengalami penurunan sementara harga solar justru naik di sebagian besar jaringan. Penyesuaian ini memengaruhi harga Pertamax Series dari Pertamina, Shell V-Power Diesel, serta produk bensin dan diesel dari BP dan Vivo. Kebijakan ini tentu langsung menyedot perhatian pengendara, terutama mereka yang rutin mengisi kendaraan pribadi maupun armada niaga. Di lapangan, antrean kendaraan terpantau mulai mengular di beberapa SPBU perkotaan sejak pengumuman resmi dikeluarkan. Para pengelola berharap perubahan harga ini bisa meringankan beban operasional masyarakat, meski untuk kategori solar, arahnya justru berkebalikan.

Rincian Harga Terbaru di Setiap Jaringan SPBU

Berikut kami rangkum daftar lengkap harga BBM per 3 Agustus 2026 dari masing-masing operator. Data ini dihimpun dari pengumuman resmi yang beredar dan pengecekan langsung di lapangan.

1. Pertamina

Untuk BBM nonsubsidi, Pertamina memilih menurunkan harga jual Pertamax Series. Penurunan terbesar terjadi pada Pertamax Turbo yang turun hingga Rp1.000 per liter. Sementara itu, untuk jenis solar dan produk nonsubsidi lainnya seperti Dexlite dan Pertamina Dex, harga terpantau stabil.
  • Solar (CN 48): Rp6.800 per liter (tidak berubah).
  • Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter (tidak berubah).
  • Pertamax (RON 92): Rp15.950 per liter (turun Rp300).
  • Pertamax Green (RON 95): Rp16.600 per liter (turun Rp400).
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp18.300 per liter (turun Rp1.000).
  • Dexlite (CN 51): Rp19.700 per liter (tidak berubah).
  • Pertamina Dex (CN 53): Rp21.150 per liter (tidak berubah).
Menariknya, penurunan harga ini tidak diikuti oleh produk diesel Pertamina. Harga Dexlite dan Pertamina Dex tetap bertahan di level yang sama, menunjukkan adanya strategi diferensiasi harga antara produk bensin dan solar di tengah fluktuasi harga minyak dunia.

2. Shell

Berbeda dengan Pertamina, Shell justru mencatatkan kenaikan untuk segmen diesel. Namun, untuk produk bensinnya, Shell masih belum bisa melayani konsumen karena ketersediaan stok yang kosong.
  • Shell V-Power Diesel: Rp21.910 per liter.
  • Untuk BBM jenis Shell Super (RON 92), Shell V-Power (RON 95), serta Shell V-Power Nitro (RON 98), masih belum tersedia.
Kondisi ini sempat menimbulkan pertanyaan di kalangan pengguna setia Shell. Beberapa pengemudi yang kami temui mengaku harus beralih ke SPBU lain karena produk bensin andalan mereka belum tersedia. Pihak pengelola SPBU Shell di kawasan Jakarta Selatan menyebutkan bahwa pengiriman stok sedang dalam proses dan diharapkan segera normal kembali.

3. BP-AKR

Jaringan BP-AKR mengambil langkah agresif dengan menurunkan harga untuk dua produk bensinnya secara signifikan. Namun, konsumen yang biasa menggunakan diesel harus merogoh kocek lebih dalam karena terjadi kenaikan.
  • BP 92: Rp16.130 per liter (turun Rp540).
  • BP Ultimate: Rp16.760 per liter (turun Rp480).
  • BP Ultimate Diesel: Rp21.910 per liter (naik 570).
Penurunan harga BP 92 yang mencapai Rp540 ini menjadi salah satu penurunan tertinggi di periode kali ini. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk menarik minat konsumen ritel yang mulai sensitif terhadap selisih harga antar merek.

4. Vivo

Senada dengan BP-AKR, Vivo juga menerapkan pola serupa. Harga bensin Revvo series turun, sementara untuk varian diesel justru mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
  • Revvo 92: Rp16.130 per liter (turun Rp540).
  • Revvo 95: Rp16.760 per liter (turun Rp480).
  • Diesel Primus: Rp21.910 per liter (naik Rp570).
Menarik untuk dicermati, harga yang dipatok Vivo untuk Revvo 92 dan Revvo 95 identik dengan harga BP 92 dan BP Ultimate. Hal ini menunjukkan persaingan harga yang ketat di segmen BBM nonsubsidi, di mana selisih Rp100 saja bisa menjadi penentu pilihan konsumen. Dengan adanya penyesuaian ini, konsumen kini memiliki lebih banyak opsi untuk membandingkan harga sebelum mengisi tangki kendaraan. Bagi Anda yang ingin menghemat pengeluaran, memantau harga di setiap SPBU sebelum berangkat bisa menjadi kebiasaan baru yang bermanfaat.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar