PARADAPOS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Barat mengeluarkan peringatan dini potensi kekeringan meteorologis untuk periode Dasarian I Agustus 2026, yang berlangsung dari 1 hingga 10 Agustus. Berdasarkan peta sebaran yang dirilis, tercatat 13 kabupaten dan kota di Jawa Barat berada pada status Awas, sementara tujuh wilayah lainnya masuk kategori Siaga. Peringatan ini dikeluarkan menyusul proyeksi musim kemarau yang berdampak pada ketersediaan air, sektor pertanian, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. Informasi tersebut dihimpun dari unggahan resmi akun Instagram @bmkg_jawabarat. Dari data yang dipetakan, wilayah dengan status Awas atau zona merah mendominasi area utara, tengah, hingga sebagian selatan Jawa Barat. Kondisi ini menjadi sinyal bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersiap menghadapi dampak yang lebih luas.
Status Awas (Zona Merah)
Sebanyak 13 daerah yang masuk kategori Awas meliputi:- Kota Bekasi
- Kabupaten Karawang
- Kabupaten Purwakarta
- Kabupaten Subang
- Kabupaten Indramayu
- Kabupaten Cirebon
- Kabupaten Majalengka
- Kabupaten Sumedang
- Kabupaten Bandung Barat
- Kota Cimahi
- Kabupaten Bandung
- Kabupaten Garut
- Kabupaten Cianjur
Status Siaga (Zona Oranye)
Sementara itu, tujuh wilayah berada dalam kategori Siaga, yaitu:- Kabupaten Bekasi
- Kabupaten Bogor
- Kabupaten Ciamis
- Kota Banjar
- Kabupaten Kuningan
- Kabupaten Sukabumi
- Kabupaten Tasikmalaya
Status Waspada (Zona Kuning)
Menariknya, untuk kategori Waspada atau zona kuning, BMKG mencatat nihil. Artinya, tidak ada satu pun daerah di Jawa Barat yang masuk dalam klasifikasi tersebut pada periode ini. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan berada di level siaga hingga awas.Ilustrasi kemarau. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc.
Artikel Terkait
Suzuki Hadirkan Diskon Suku Cadang hingga 25% dan Voucher Belanja di GIIAS 2026
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Mesir Timur, Getaran Terasa hingga Kairo
IHSG Menguat Tipis di Tengah Tekanan Bursa Asia, Didukung Aliran Dana Asing dan PMI Manufaktur
BPS Catat Deflasi 0,14 Persen pada Juli 2026, Harga Pangan Turun