600 Warga Binaan Lapas Tangerang Jalani Skrining Tuberkulosis dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

- Senin, 03 Agustus 2026 | 15:50 WIB
600 Warga Binaan Lapas Tangerang Jalani Skrining Tuberkulosis dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

PARADAPOS.COM - Sebanyak 600 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) dan skrining tuberkulosis (TB) pada Senin, 3 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan langkah deteksi dini penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan, sekaligus implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Pemeriksaan mencakup skrining gejala TB, hepatitis C, HIV, sifilis, hingga rontgen dada, dengan tindak lanjut laboratorium bagi yang terindikasi.

Hari itu, suasana di area Lapas Kelas I Tangerang berbeda dari biasanya. Para petugas medis tampak sibuk menyiapkan peralatan, sementara ratusan warga binaan berbaris rapi menunggu giliran. Mereka bukan sekadar antre untuk pemeriksaan rutin—ini adalah bagian dari upaya serius menekan penyebaran penyakit menular di dalam sel, yang kerap menjadi tantangan besar di lingkungan padat penghuni.

Rangkaian Pemeriksaan yang Menyeluruh

Kepala Bidang Pembinaan Narapidana Lapas Kelas I Tangerang, Dwi Fu'ad Jamali, mengungkapkan bahwa setiap warga binaan menjalani serangkaian pemeriksaan yang cukup panjang. Mulai dari registrasi, skrining gejala tuberkulosis menggunakan ransel TB, hingga pemeriksaan kesehatan gratis. Tidak berhenti di situ, mereka juga diskrining untuk Hepatitis C, HIV, dan sifilis.

"Bagi warga binaan yang terindikasi tuberkulosis, sampel dahak dikirim ke Laboratorium RS Sitanala Tangerang untuk menjalani pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) sebagai dasar penegakan diagnosis dan tindak lanjut pengobatan," ujar Dwi di sela-sela kegiatan.

Setelah pemeriksaan awal, peserta yang membutuhkan lanjutan akan menjalani rontgen dada. Hasilnya langsung dibaca oleh petugas medis di tempat. Jika ditemukan indikasi, mereka akan diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) dan datanya dicatat dalam Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Proses ini berjalan berkesinambungan, memastikan tidak ada langkah yang terlewat.

Kesehatan Sebagai Fondasi Pembinaan

Dwi menekankan bahwa kesehatan adalah fondasi utama dalam proses pembinaan narapidana. Menurutnya, pembinaan yang optimal tidak akan tercapai jika kondisi fisik warga binaan terganggu. Karena itu, pemeriksaan berkala terus diperkuat sebagai bagian dari komitmen pelayanan kesehatan yang layak.

"Pembinaan yang optimal diawali dengan kondisi kesehatan yang baik. Melalui pemeriksaan ini, kami dapat mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini sehingga penanganannya dapat segera dilakukan," jelasnya.

Ia menambahkan, program ini tidak hanya berhenti pada tahap skrining. Tim medis di lapangan memastikan setiap warga binaan yang membutuhkan perawatan lanjutan mendapatkan akses layanan medis sesuai prosedur yang berlaku. Ini penting mengingat penyakit seperti TB memerlukan pengobatan rutin dan pengawasan ketat agar tidak menular ke penghuni lain.

Sinergi Antar Kementerian

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan Kementerian Kesehatan. Keduanya bersinergi dalam pelaksanaan Kick Off Nasional CKG dan skrining Tuberkulosis 2026 yang menyasar warga binaan di seluruh Indonesia. Lapas Kelas I Tangerang menjadi salah satu lokasi yang ditunjuk untuk memulai program ini.

"Seluruh tahapan pemeriksaan dilaksanakan secara terpadu, mulai dari skrining awal hingga pemeriksaan lanjutan apabila ditemukan indikasi penyakit. Dengan sistem ini, setiap warga binaan memperoleh pelayanan yang komprehensif sehingga tindak lanjut medis dapat diberikan secara cepat, tepat, dan berkesinambungan," kata Dwi.

Di sela-sela antrean, beberapa warga binaan tampak tenang menunggu giliran. Sebagian dari mereka mungkin baru pertama kali menjalani pemeriksaan selengkap ini. Namun, kehadiran petugas medis yang sigap dan alur pemeriksaan yang terorganisir membuat proses berjalan lancar. Harapannya, deteksi dini ini bisa menekan angka penyebaran TB dan penyakit menular lainnya di dalam lapas, sehingga lingkungan pemasyarakatan menjadi lebih sehat dan aman bagi semua penghuninya.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar