PARADAPOS.COM - Kunjungan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada akhir pekan lalu bukanlah sekadar agenda seremonial. Kunjungan ini merupakan realisasi nyata dari komitmen yang diucapkannya dua tahun silam, khususnya terkait pengembangan komoditas rumput laut di wilayah tersebut. Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua Umum Pejuang Indonesia Maju sekaligus Ketua Umum IKPPI, Sinda Sutadisastra, yang turut serta dalam rangkaian kegiatan Presiden di Kupang.
Menurut Sinda, program yang dijalankan kali ini adalah kelanjutan dari janji yang sempat disampaikan Jokowi saat membuka outlet UMKM di bandara NTT. Momen tersebut kini menjadi titik tolak bagi para pelaku usaha kecil untuk bangkit, terutama mereka yang bergerak di sektor budidaya rumput laut.
Realisasi Janji Dua Tahun Lalu
Sinda menceritakan bahwa program yang dibawa Jokowi saat ini sejatinya bukanlah hal baru. Ia menegaskan bahwa ini adalah wujud komitmen yang telah lama direncanakan.
"Program Pak Jokowi kali ini itu bukan yang baru, ini salah satu komitmen beliau 2 tahun lalu bahwa dia akan memajukan rumput laut di NTT," ujar Sinda saat ditemui di sela-sela acara.
Seperti diketahui, salah satu agenda penting kunjungan Jokowi ke NTT adalah memantau langsung lokasi budidaya rumput laut di Pantai Oesina, Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Ratusan warga dan petani rumput laut tampak memadati kawasan tersebut untuk menyambut kedatangannya dengan antusiasme tinggi.
Potensi Besar yang Belum Digarap Optimal
Dalam kesempatan itu, Jokowi menilai NTT memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sentra produksi rumput laut nasional. Namun, ia juga menggarisbawahi bahwa potensi tersebut belum digarap secara optimal. Pandangan ini diamini oleh Sinda yang melihat langsung kondisi di lapangan.
Sinda menjelaskan, antusiasme warga yang begitu besar berasal dari rasa cinta mereka kepada sosok Presiden Ketujuh. Ia menggambarkan Jokowi sebagai pribadi yang baik hati dan berjasa besar bagi warga di sana. Bahkan, Sinda memiliki cerita tersendiri tentang bagaimana besarnya jasa Joko Widodo untuk dirinya secara pribadi.
Pengalaman itu terjadi saat Sinda pertama kali berjumpa dengan Jokowi. Pada kunjungan perdana tersebut, Jokowi sempat memberikan sejumlah masukan terkait produk-produk UMKM binaan mereka, mulai dari tenun, kopi, hingga rumput laut. Salah satu catatan penting yang disampaikan kala itu adalah soal harga jual rumput laut lokal yang dinilai masih terlalu tinggi untuk bisa bersaing di pasar.
"Banyak sekali masukan-masukan dari Pak Jokowi yang menjadi masukan untuk kami untuk memperbaiki kedepannya seperti apa," katanya.
Perbaikan Pola Hitung HPP
Sejak pendampingan tersebut dilakukan, para pelaku UMKM rumput laut berangsur-angsur memperbaiki pola perhitungan harga pokok produksi (HPP). Sebelumnya, perhitungan mereka kerap keliru akibat perbedaan harga jual rumput laut kering dan basah yang tidak diperhitungkan secara cermat.
Sinda menilai konsistensi Jokowi dalam menindaklanjuti masukan yang pernah ia berikan sendiri menjadi bukti keseriusannya dalam membina pelaku usaha kecil di NTT. Sikap ini, menurutnya, jarang ditemui pada pemimpin lain.
"Jokowi itu sangat ulet sekali, dan dia benar-benar take his time, bagaimana kelanjutan-kelanjutannya," ujarnya.
Artikel Terkait
Babi Hutan Masuk Permukiman Warga di Kuningan, Sejumlah Pemuda Terluka
Banjir Tanggul Jebol di Tapanuli Tengah, 150 Jiwa Mengungsi
BMKG Genjot Operasi Modifikasi Cuaca untuk Isi 240 Bendungan Kering Akibat El Niño
BP BUMN dan Danantara Rampungkan Peta Strategi Lima Tahun untuk Transformasi Menyeluruh