PARADAPOS.COM - Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter sebagai kunci menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, di Jakarta pada Senin (3/8). Selain stabilitas makro, fokus sinergi ini juga diarahkan untuk mendorong digitalisasi UMKM dan memperluas inklusi ekonomi sebagai fondasi menuju target Indonesia Emas 2045.

Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya pemerintah yang tak kenal lelah dalam merespons gejolak ekonomi dunia. Di ruang pertemuan yang hening, Qodari menekankan bahwa koordinasi erat dengan otoritas moneter bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mutlak. "Diperlukan sinergi yang erat dengan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter agar kebijakan fiskal dan moneter dapat saling memperkuat satu sama lain dalam menghadapi dinamika global," ujarnya di Jakarta, Senin (3/8).

Fokus Pada Penguatan UMKM dan Digitalisasi

Lebih dari sekadar stabilitas, pemerintah menaruh perhatian besar pada penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini dinilai strategis untuk mendorong produktivitas dan membuka akses lebih luas, baik terhadap pembiayaan maupun pasar, baik domestik maupun ekspor. Harapannya, UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas di tengah persaingan yang semakin ketat.

Menurut Qodari, percepatan transformasi digital menjadi salah satu kendaraan utama untuk mencapai tujuan tersebut. Pemerintah terus menggenjot perluasan transaksi ekonomi dan keuangan digital. Pengembangan ekosistem pembayaran digital yang aman, cepat, dan efisien diyakini dapat meningkatkan produktivitas masyarakat, memperkuat daya saing UMKM, sekaligus mempercepat inklusi ekonomi di berbagai daerah.

Data di lapangan menunjukkan optimisme yang beralasan. Qodari menambahkan, transaksi pembayaran digital hingga kini terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Kondisi ini, menurutnya, merupakan cerminan nyata dari semakin luasnya adopsi ekonomi digital oleh masyarakat maupun pelaku usaha di tanah air.

Kolaborasi Lintas Sektor Menuju Indonesia Emas

Menatap ke depan, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Qodari menekankan bahwa sinergi ini memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan dan tidak mudah goyah oleh tekanan eksternal. “Indonesia akan mampu menghadapi berbagai tantangan global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi,” ucapnya dengan penuh keyakinan.

Ia menegaskan bahwa sinergi yang terus diperkuat ini akan menjadi fondasi kokoh dalam membangun perekonomian nasional di tingkat global. Upaya ini juga sejalan dengan target pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi yang lebih luas dan menyeluruh.

Di akhir pernyataannya, Qodari menyampaikan optimisme yang tinggi terhadap masa depan ekonomi nasional. "Semangat kolaborasi inilah yang menjadi modal penting untuk mewujudkan perekonomian yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045," kata Qodari, menegaskan bahwa seluruh elemen bangsa harus bergerak bersama untuk mencapai cita-cita besar tersebut.