Banjir Bandang di Sri Lanka Tewaskan Enam Orang, Satu Hilang

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:25 WIB
Banjir Bandang di Sri Lanka Tewaskan Enam Orang, Satu Hilang

PARADAPOS.COM - Enam orang tewas dan satu lainnya hilang akibat banjir bandang yang dipicu hujan deras di Sri Lanka, per Selasa, 4 Agustus 2026. Peristiwa ini melanda Provinsi Sabaragamuwa serta distrik Kandy dan Nuwara Eliya, memaksa pemerintah mengeluarkan peringatan evakuasi longsor tingkat merah dan menutup seluruh sekolah di dua distrik pegunungan tersebut. Personel militer telah dikerahkan untuk membantu pencarian dan penyaluran bantuan.

Laporan dari kantor berita lokal Ada Derana menyebutkan, korban hilang diduga terseret arus banjir yang tiba-tiba datang. Sementara itu, Pusat Penanggulangan Bencana Sri Lanka (DMC) tak hanya mengingatkan soal tanah longsor. Mereka juga mengeluarkan peringatan untuk angin kencang dan gelombang laut tinggi di wilayah perairan pesisir.

Peringatan Cuaca Ekstrem dan Wilayah Terdampak

Tingkat bahaya yang sama, yakni peringatan merah, berlaku untuk potensi angin kencang. Wilayah yang masuk daftar waspada meliputi Provinsi North Central, North Western, Sabaragamuwa, Central, Southern, dan Distrik Trincomalee. Ini bukan sekadar imbauan biasa; peringatan merah menandakan potensi dampak yang sangat serius terhadap keselamatan warga.

Di tengah kondisi ini, aktivitas masyarakat di distrik pegunungan Kandy dan Nuwara Eliya lumpuh total. Seluruh sekolah di dua wilayah tersebut resmi ditutup sementara. Langkah ini diambil sebagai bentuk kewaspadaan dini terhadap risiko longsor yang mengancam keselamatan pelajar dan tenaga pengajar.

Respons Pemerintah dan Upaya Penanganan

Pemerintah Sri Lanka tidak tinggal diam. Personel militer telah diterjunkan ke titik-titik terdampak. Mereka bertugas dalam operasi pencarian dan penyelamatan, sekaligus menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang mengungsi. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan bisa mempercepat evakuasi dan menjangkau daerah-daerah yang terisolasi.

“Kami fokus pada evakuasi dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal di zona berisiko tinggi,” ujar salah satu petugas di lokasi kejadian, menggambarkan situasi di lapangan yang masih menegangkan.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus menyisir area sekitar aliran sungai dan lereng bukit untuk mencari korban hilang. Cuaca yang tak menentu menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas di lapangan.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar