PARADAPOS.COM - Hujan deras yang mengguyur Provinsi Shaanxi, Tiongkok barat laut, memaksa lebih dari 115.000 warga mengungsi ke tempat aman pada Selasa, 4 Agustus 2026. Otoritas setempat bergerak cepat mengevakuasi ribuan rumah tangga dari wilayah yang terancam banjir dan tanah longsor, menyusul peringatan cuaca ekstrem yang masih berstatus oranye. Media pemerintah China Central Television (CCTV) melaporkan, jumlah warga yang telah dievakuasi mencapai 115.756 jiwa, berasal dari 49.925 rumah tangga. Evakuasi massal ini dilakukan di tengah intensitas hujan yang terus meningkat di sebagian besar wilayah provinsi tersebut. Titik Terparah dan Data Hidrologi Berdasarkan pantauan di lapangan, curah hujan tertinggi tercatat di tiga kabupaten, yakni Luonan, Tongguan, dan Baihe. Stasiun pemantau di Shipo, Kabupaten Luonan, bahkan mencatat akumulasi curah hujan mencapai 136,4 milimeter. Angka ini menjadi indikator utama tingginya potensi bencana hidrometeorologi. Akibat gempuran hujan tersebut, sejumlah daerah aliran sungai utama seperti Hanjiang, Weihe, Danjiang, dan Yiluo mengalami banjir. Data dari 28 sungai dan 40 stasiun hidrologi menunjukkan puluhan puncak banjir telah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sempat dilaporkan, permukaan air di dua stasiun pemantauan melampaui batas peringatan, meski akhirnya berangsur surut. Status Peringatan dan Potensi Risiko Observatorium Meteorologi Provinsi Shaanxi telah mengeluarkan peringatan oranye untuk hujan badai dan cuaca konvektif ekstrem. Pihak berwenang memperkirakan hujan deras disertai badai petir dan angin kencang masih akan berlanjut hingga Rabu. Kondisi ini tentu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir bandang dan tanah longsor susulan. Pemerintah daerah pun diminta untuk tidak lengah. Instruksi tegas diberikan agar terus melakukan evakuasi warga dari kawasan berisiko tinggi. Selain banjir, kewaspadaan juga diarahkan pada potensi banjir perkotaan, tanah longsor, serta aliran lumpur yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Koordinasi Penanggulangan Bencana Menanggapi situasi yang belum mereda, Pemerintah Provinsi Shaanxi menggelar rapat koordinasi penanggulangan banjir pada hari Selasa. Langkah ini diambil untuk memperkuat strategi antisipasi dan memastikan respons cepat di lapangan. "Kami terus memantau perkembangan cuaca dan kesiapan logistik di setiap titik evakuasi," ujar salah satu pejabat setempat dalam keterangannya. "Keselamatan warga adalah prioritas utama, dan kami berupaya memastikan tidak ada yang tertinggal di zona bahaya," lanjutnya. Rapat koordinasi tersebut difokuskan pada penyiapan personel, distribusi bantuan, serta kesiapan jalur evakuasi. Dengan masih berlangsungnya cuaca ekstrem, seluruh elemen pemerintahan diminta bersiaga penuh hingga situasi dinyatakan aman.
Artikel Terkait
NRI Gelar FGD Nasional Siapkan Ajudan dan Kepala Protokol Hadapi Masa Purna Tugas
Persebaya vs Arema FC Tersaji di Semifinal Piala Presiden 2026, Derbi Jatim Perebutkan Tiket Final
Hujan Deras Guyur Jakarta di Awal Musim Kemarau, Sejumlah Titik Alami Genangan dan Kemacetan
KPK Periksa Staf Administrasi Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang