Kebakaran Rumah Panggung di Polman, Tiga Orang Meninggal Termasuk Pasutri Lansia dan Cucu

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:50 WIB
Kebakaran Rumah Panggung di Polman, Tiga Orang Meninggal Termasuk Pasutri Lansia dan Cucu

PARADAPOS.COM - Kebakaran hebat melanda sebuah rumah panggung di Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada Selasa, 4 Agustus 2026. Peristiwa nahas itu merenggut nyawa tiga orang sekaligus, yakni pasangan suami istri Mursalim (77) dan Nurmala (80), serta cucu mereka, Ibnu Nurhalim (17). Diduga kuat api berasal dari arus pendek listrik, dan ketiga korban ditemukan terjebak di dalam bangunan yang cepat dilalap si jago merah. Peristiwa duka ini menyisakan duka mendalam bagi warga setempat. Rumah yang juga menjadi tempat tinggal keluarga tersebut luluh lantak dalam hitungan menit. Material bangunan yang mudah terbakar serta hembusan angin membuat api seakan tak terbendung, meski warga telah berupaya mati-matian memadamkannya dengan alat seadanya.

Kronologi Mencekam di Balik Peristiwa

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak kepolisian setempat, saat kejadian berlangsung, situasi berlangsung sangat cepat dan mencekam. Kapolsek Tinambung, AKP Ramli, memberikan kesaksiannya mengenai identitas para korban. “Kalau (korban) semuanya ada tiga. Yang pertama itu perempuan Hj. Nurmala, kemudian laki-laki Mursalim umurnya 80 tahun, terus yang cucu ada juga umur 17 tahun,” ucap AKP Ramli dalam keterangannya.

Upaya Heroik yang Berakhir Pilu

Kronologi kejadian semakin memperjelas betapa dramatisnya peristiwa ini. Saat api mulai membesar, dua orang korban, yakni Nurmala dan Ibnu Nurhalim, diketahui sedang berada di dalam rumah. Sementara itu, Mursalim yang saat itu berada di luar rumah, sontak bergegas memberikan pertolongan. Dengan penuh keberanian, pria berusia 77 tahun itu berupaya mengevakuasi istri dan cucunya yang masih terjebak di dalam kepungan api. Namun, nahas, api yang telah membesar dengan cepat memutus akses keluar. Mursalim ikut terjebak di dalam rumah yang sama, dan akhirnya ketiganya tak terselamatkan. Warga yang berhamburan keluar menyaksikan kobaran api langsung bertindak cepat. Mereka berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, seperti ember dan alat-alat rumah tangga lainnya. Sayangnya, upaya tersebut sia-sia belaka. Tiupan angin yang cukup kencang dan konstruksi rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bangunan. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik di rumah tinggal. Pemeriksaan berkala terhadap kondisi kabel dan stop kontak bisa menjadi langkah preventif untuk mencegah hal serupa terjadi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar