Gunung Fuego Meletus, Guatemala Evakuasi Dua Desa dan Naikkan Status Siaga Oranye

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:50 WIB
Gunung Fuego Meletus, Guatemala Evakuasi Dua Desa dan Naikkan Status Siaga Oranye

PARADAPOS.COM - Gunung Fuego, salah satu gunung berapi paling aktif di Belahan Bumi Barat, kembali menunjukkan aktivitasnya dengan memuntahkan lava dan abu vulkanik. Peningkatan aktivitas sejak Senin memaksa otoritas Guatemala mengevakuasi sedikitnya dua desa di lereng gunung. Badan penanggulangan bencana setempat menaikkan status siaga ke level oranye, level kedua tertinggi secara nasional, dan menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah sekitar.

Aliran Piroklastik dan Status Siaga

Hingga Selasa pagi, laporan dari badan pemantau aktivitas vulkanik Guatemala menunjukkan aliran piroklastik—campuran gas panas, abu, dan pecahan batu—terus mengalir di lereng tenggara. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terbentuknya awan abu yang lebih besar. Menghadapi situasi tersebut, Conred, badan penanggulangan bencana Guatemala, telah menetapkan status siaga oranye. Imbauan pun disampaikan kepada warga untuk menutup pintu dan jendela rumah guna meminimalkan dampak abu vulkanik yang beterbangan.

"Letusan berpotensi memicu aliran piroklastik tambahan dan membentuk awan abu vulkanik yang lebih besar," demikian peringatan dari Conred. Imbauan serius juga ditujukan kepada para pendaki dan wisatawan. Gunung Fuego memang menjadi destinasi favorit para pendaki, namun saat ini mereka diminta untuk tidak mendekati kawasan berbahaya, terutama di area lereng gunung.

Lokasi dan Dampak bagi Masyarakat

Gunung berapi ini berada sekitar 16 kilometer di sebelah barat Kota Antigua, sebuah destinasi wisata populer yang menyandang status Situs Warisan Dunia UNESCO. Kota yang dikenal dengan arsitektur kolonialnya itu kini turut merasakan dampak dari aktivitas vulkanik tersebut. Selain menghentikan kegiatan belajar mengajar, otoritas setempat terus memantau pergerakan awan panas dan abu yang dapat mengganggu aktivitas warga di sekitarnya.

Lereng Gunung Fuego bukanlah wilayah yang asing dengan bencana. Pada 2018, letusan besarnya menewaskan lebih dari 200 orang. Sebagian besar korban meninggal akibat aliran piroklastik yang meluncur cepat melalui jurang Las Lajas. Pengalaman kelam ini menjadi alasan kuat bagi otoritas untuk bertindak cepat dan meminta warga menjauhi area rawan demi keselamatan bersama.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar