Menkeu Sebut Dirinya Menteri Paling Tidak Beruntung, Hadapi Empat Guncangan Ekonomi Sekaligus

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 05:50 WIB
Menkeu Sebut Dirinya Menteri Paling Tidak Beruntung, Hadapi Empat Guncangan Ekonomi Sekaligus

PARADAPOS.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut dirinya sebagai menteri keuangan paling tidak beruntung di dunia. Pernyataan itu ia sampaikan dalam pidatonya di acara GIASS 2026, Selasa 4 Agustus 2026, dan kembali mengungkap empat guncangan besar yang dihadapi sejak awal menjabat. Empat tekanan tersebut meliputi demonstrasi besar-besaran, penilaian MSCI, sentimen negatif lembaga pemeringkat, hingga ketegangan geopolitik akibat agresi Amerika Serikat ke Iran.

Suasana di ruang pidato GIASS 2026 terasa berbeda ketika Menteri Keuangan membuka cerita tentang perjalanannya di awal masa jabatan. Purbaya menceritakan pengalamannya saat bertemu dengan petinggi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia pada April lalu. Kepada mereka, ia melontarkan candaan yang mencerminkan situasi yang dihadapinya.

"Saya pergi ke pertemuan IMF dan Bank Dunia pada April lalu, saya bilang ke mereka bahwa saya menteri yang paling tidak beruntung sedunia," kata Purbaya dikutip dari Zona Bisnis Metro TV, Rabu 5 Agustus 2026.

Empat Guncangan Beruntun

Menurut penuturannya, guncangan pertama datang begitu ia resmi mengambil alih jabatan di Kementerian Keuangan. Demonstrasi besar-besaran melanda Indonesia pada Agustus 2025, bertepatan dengan masa-masa awal kepemimpinannya. Situasi politik dalam negeri yang memanas itu menjadi ujian pertama yang harus ia lalui.

Setelah kondisi dalam negeri mulai menunjukkan tanda-tanda stabil, tantangan berikutnya justru datang dari pasar global. Indonesia kembali menghadapi tekanan dari penilaian MSCI yang menjadi sorotan para pelaku pasar. Belum sempat bernapas lega, muncul lagi kajian sentimen negatif dari lembaga pemeringkat internasional, yakni Fitch Ratings dan Moody's.

Purbaya mengisahkan bahwa upaya pemerintah untuk memperbaiki persepsi tersebut berjalan tidak mudah. Namun, ketika semua mulai menemui titik terang, guncangan eksternal kembali menghantam. Ketegangan geopolitik meletus akibat agresi Amerika Serikat ke Iran, yang kemudian memicu tekanan nilai tukar dan ketatnya likuiditas di dalam negeri.

Ketahanan Ekonomi yang Teruji

Meski harus menghadapi empat badai krisis sekaligus, Menteri Keuangan menegaskan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia terbukti sangat tangguh. Ia menyebut pencapaian ini sebagai sesuatu yang patut dibanggakan di tengah situasi global yang tidak menentu.

"Satu guncangan saja sudah cukup menguji ketahanan ekonomi. Jadi kali ini kita menghadapi empat tekanan sekaligus, namun ekonomi Indonesia tetap kokoh. Sistem keuangan tetap stabil dan aktivitas ekonomi terus berjalan," tegas Purbaya.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar