PARADAPOS.COM - PT MRT Jakarta menegaskan komitmennya dalam mempercepat pengembangan kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD) di Ibu Kota. Langkah ini ditempuh untuk mengintegrasikan transportasi publik dengan hunian, perkantoran, dan ruang komersial, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi perkotaan yang berkelanjutan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Program Management Office Division PT MRT, Agus Trihan, dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu, 5 Agustus 2026. “MRT menjadi penggerak mobilitas perkotaan, mendorong pengembangan berorientasi transit yang meningkatkan ekonomi perkotaan dan membangun kawasan transportasi berkelanjutan,” kata Agus. Menurut Agus, keberadaan MRT tidak hanya sekadar moda transportasi massal. Pihaknya menempatkan MRT sebagai tulang punggung mobilitas warga yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Ia menambahkan, upaya ini sejalan dengan target besar untuk menggeser kebiasaan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi publik. Di sisi lain, kolaborasi pengembangan infrastruktur juga terus digencarkan, terutama dalam menciptakan kawasan yang ramah bagi pejalan kaki. “Kami berupaya menghadirkan konektivitas yang mulus antara stasiun dan bangunan di sekitarnya. Ini penting agar warga merasa nyaman berjalan kaki menuju transportasi publik,” jelasnya. Lebih jauh, Agus memaparkan bahwa fokus strategis pengembangan TOD tidak hanya berhenti pada konektivitas fisik. Pihaknya juga menggarap sistem parkir terpadu beserta operasi dan pemeliharaannya. Tak hanya itu, integrasi fungsi komersial, hunian, dan ruang publik dalam satu kawasan menjadi prioritas agar tercipta ekosistem perkotaan yang hidup dan saling mendukung. Di luar aspek infrastruktur, MRT Jakarta juga memberi perhatian besar pada pengembangan ruang ketiga di sekitar stasiun. Ruang-ruang ini dirancang bukan sekadar area transit, melainkan sebagai ruang sosial yang menopang denyut nadi perkotaan. “Semua itu bertujuan untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi,” ungkap Agus. Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi aset di area transit. Menurutnya, potensi komersial di sekitar stasiun harus dimaksimalkan agar proyek transportasi dapat berkelanjutan secara finansial. “Kami juga berupaya memaksimalkan potensi komersial untuk menciptakan self sustained infrastructure,” ujarnya. Dengan pendekatan ini, MRT Jakarta berharap dapat membangun kawasan yang tidak hanya efisien secara transportasi, tetapi juga mandiri secara ekonomi. Ke depan, integrasi yang menyeluruh antara moda transportasi, tata guna lahan, dan aktivitas warga diharapkan mampu menjadikan Jakarta sebagai kota yang lebih layak huni dan ramah lingkungan.
Artikel Terkait
KPK Pastikan Status Mahasiswa Baru Unsoed Tak Terdampak Kasus Dugaan Pemerasan
KJRI Houston Putar Perdana Film Animasi Jumbo untuk Rayakan HUT ke-81 RI
Polisi Tembus Tujuh Titik Terisolir di NTT Usai Gempa, Distribusi Bantuan Terhambat Medan Ekstrem
Manchester United Sepakati Transfer Carlos Baleba dari Brighton Senilai Rp1,5 Triliun