PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka di zona hijau pada perdagangan Kamis pagi, menguat 28,78 poin atau 0,45 persen ke level 6.379,92. Momentum ini terjadi sehari setelah rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 yang mengejutkan pasar, sekaligus memperpanjang tren positif yang sempat terhenti sejenak. Penguatan ini tidak hanya terjadi pada indeks utama; indeks saham unggulan LQ45 pun ikut naik 2,99 poin atau 0,47 persen ke posisi 636,98, menandakan kepercayaan investor mulai merata ke seluruh sektor. Optimisme di lantai bursa pagi ini memang terasa berbeda. Suasana di area perdagangan saham tampak lebih riuh dibandingkan hari-hari sebelumnya, dengan para trader mulai berani mengambil posisi beli. Sebelumnya, pada penutupan Rabu, IHSG telah menguat 0,50 persen ke level 6.351, didorong oleh data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Angka tersebut jelas melampaui ekspektasi, mengingat konsensus pasar sebelumnya hanya memperkirakan pertumbuhan di kisaran 5,12 persen YoY. Sentimen Domestik dan Eksternal Berpadu Katalis penguatan hari ini tidak datang dari satu sisi saja. Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas mencatat, kombinasi antara data ekonomi yang solid dan kondisi eksternal yang mulai kondusif menjadi pendorong utama. Penguatan rupiah ke level Rp17.930 per USD juga turut menambah daya tarik aset berdenominasi rupiah, menjadikannya angin segar bagi investor asing yang selama ini cenderung wait and see. Di sisi lain, meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah memberikan ruang bernapas bagi pasar global. Alhasil, arus modal mulai kembali melirik pasar emerging markets, termasuk Indonesia. Berlanjutnya musim laporan keuangan semester I-2026 yang masih menunjukkan kinerja solid dari emiten-emiten besar juga menjadi penopang yang tidak bisa dianggap remeh. Mencermati Level Krusial 6.400 Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada dua hal utama. Pertama, kelanjutan rilis laporan keuangan semester I-2026 yang dinilai akan menjadi katalis utama pergerakan IHSG dalam beberapa pekan ke depan. Kedua, perkembangan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed, yang berpotensi besar memengaruhi aliran dana asing ke pasar domestik. Dari sisi teknikal, IHSG dinilai masih aman selama mampu bertahan di atas support terdekat di level 6.269. Namun, perhatian utama saat ini tertuju pada level psikologis 6.400 yang sedang diuji. "Indeks kini menguji resistance psikologis 6.400, yang menjadi level krusial untuk menentukan arah pergerakan berikutnya. Apabila mampu breakout dan bertahan di atas 6.400, hal tersebut berpotensi menjadi babak baru penguatan IHSG dengan membuka ruang kenaikan menuju area 6.500," jelas tim riset dalam keterangannya pada Kamis, 6 Agustus 2026. Kemampuan IHSG untuk menembus level tersebut akan menjadi sinyal kuat bagi kelanjutan tren bullish. Sebaliknya, jika gagal, bukan tidak mungkin pasar akan kembali konsolidasi untuk mengumpulkan tenaga.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Wajib Kalahkan Singapura demi Amankan Tiket Semifinal Piala AFF 2026
Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya Silaturahmi ke Markas Brimob, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Jakarta
Kebakaran Hutan di Gunung Bromo Hanguskan 60 Hektare Lahan, BNPB Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
Pemerintah Jamin Harga Pertalite Tak Naik hingga Desember 2026