PARADAPOS.COM - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari, di Balai Kota Jakarta pada Kamis, 6 Agustus 2026. Pertemuan ini menjadi ajang untuk menegaskan kembali komitmen solidaritas Jakarta terhadap rakyat Palestina, memperkuat ikatan persahabatan yang telah terjalin lama, serta menyuarakan keprihatinan atas krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza dan wilayah pendudukan lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menyinggung hubungan Sister City yang telah dibangun sejak belasan tahun lalu.
Suasana hangat tampak menyelimuti ruang pertemuan di Balai Kota ketika Pramono menyambut langsung sang duta besar. Bagi Pemprov DKI, kunjungan ini bukan sekadar seremoni diplomatik biasa, melainkan sebuah pengingat akan sejarah panjang yang mempertemukan Jakarta dengan Palestina. Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, momen ini menjadi refleksi bahwa solidaritas kemanusiaan tidak mengenal batas geografis.
Mempererat Ikatan Persahabatan Lama
Di sela-sela perbincangan, Pramono mengungkapkan bahwa hubungan antara Jakarta dan Palestina bukanlah hal yang baru. Ia menekankan bahwa kerja sama ini telah berakar kuat dan menjadi bagian dari komitmen moral yang terus dirawat.
"Hari ini saya menerima Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia, His Excellency Abdulfattah A.K. Al-Sattari, untuk memperkuat persahabatan dan solidaritas antara Jakarta dan rakyat Palestina," ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengenang salah satu tonggak penting dalam hubungan kedua wilayah. Menurutnya, ikatan ini telah diformalkan melalui kerja sama tingkat kota.
"Seperti kita ketahui bersama bahwa hubungan ini telah terjalin lama sekali, dan termasuk Jakarta mempunyai hubungan Sister City dengan Al-Quds Al-Sharif sejak 21 Oktober 2007," katanya.
Menegaskan Sikap atas Krisis Kemanusiaan
Di luar urusan administratif dan kerja sama teknis, pertemuan ini juga menjadi kanal bagi Pemprov DKI untuk menyampaikan sikapnya secara terbuka. Pramono tidak menutup mata terhadap realitas pahit yang tengah dihadapi warga sipil di Palestina. Ia menyebutkan bahwa situasi di lapangan masih sangat memprihatinkan, dengan banyaknya korban jiwa dan keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar.
"Kami menegaskan keprihatinan yang mendalam terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza dan wilayah Palestina yang diduduki, termasuk warga sipil yang terus menghadapi kehilangan nyawa, pengungsian berulang, serta keterbatasan air, pangan, dan layanan kesehatan," ujar Pramono.
Sikap ini, lanjutnya, bukanlah sekadar pernyataan politik. Pramono memastikan bahwa langkah Pemprov DKI sejalan dengan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang selama ini konsisten membela hak-hak rakyat Palestina. Ia menegaskan bahwa Jakarta berdiri di samping rakyat Palestina yang masih harus berjuang melewati berbagai cobaan krisis yang luar biasa.
"Pemerintah DKI Jakarta mendukung hak rakyat Palestina untuk hidup dalam perdamaian, keamanan, dan juga mendapatkan martabat yang sepenuhnya," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Piala Presiden 2026 Naikkan Total Hadiah Jadi Rp14,5 Miliar, Juara Pertama Raih Rp8 Miliar
Kebakaran Hutan di Bromo Meluas, Helikopter Water Bombing Dikerahkan
Kebakaran Hutan di TNBTS Meluas ke Perbatasan Malang-Lumajang, 257 Personel Gabungan Dikerahkan
Timnas Indonesia Wajib Kalahkan Singapura demi Amankan Tiket Semifinal Piala AFF 2026