Kebakaran Hutan di Bromo Meluas, Helikopter Water Bombing Dikerahkan

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:25 WIB
Kebakaran Hutan di Bromo Meluas, Helikopter Water Bombing Dikerahkan

PARADAPOS.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Gunung Bromo, tepatnya di wilayah Ranu Pani, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Api pertama kali dilaporkan muncul pada Senin, 3 Agustus 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Meski sempat padam, api kembali menyala dan hingga Kamis, 6 Agustus 2026, upaya pemadaman masih terus berlangsung melibatkan tim gabungan dari berbagai instansi.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena melibatkan kawasan konservasi dan pariwisata. Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Gatot Soebroto, menyampaikan perkembangan terbaru dari Surabaya, Kamis, 6 Agustus 2026. Pihaknya mengakui bahwa penanganan di lapangan tidak mudah, mengingat kondisi medan yang terjal dan cuaca yang berubah-ubah.

“Sempat padam beberapa saat pada keesokan harinya, namun kembali terbakar siang hari dan berlanjut hingga kini,” jelas Gatot saat memberikan keterangan di Surabaya.

Tim gabungan yang diterjunkan ke lokasi bukan hanya berasal dari BPBD Jatim, tetapi juga melibatkan BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, Polisi Hutan (Polhut), Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), TNI, Polri, serta relawan peduli api. Mereka bergerak cepat sejak laporan pertama masuk dan terus berupaya menjinakkan si jago merah hingga Rabu, 5 Agustus 2026, pukul 18.00 WIB.

Dua Strategi Pemadaman Diterapkan

Di tengah kondisi lapangan yang menantang, tim gabungan tidak tinggal diam. Gatot memaparkan bahwa ada dua strategi utama yang dijalankan secara paralel. Strategi pertama difokuskan pada area bawah tebing dengan memanfaatkan teknologi, sementara area atas tebing ditangani secara manual oleh petugas.

Untuk area bawah, satu unit drone water spray berkapasitas 150 liter dikerahkan untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses. Dukungan logistik air juga diperkuat dengan satu unit truk tangki milik BPBD Jatim yang bolak-balik mengisi persediaan air.

"Kami juga mengerahkan satu unit truk pemadam kebakaran dan satu unit mobil L300 bermuatan tandon air untuk mendukung suplai air di lokasi," ujarnya menambahkan rincian peralatan yang dikerahkan.

Sementara itu, di bagian atas tebing, para petugas melakukan pemadaman secara manual dengan metode gepyok. Metode ini dilakukan dengan memukul-mukul titik api menggunakan alat seadanya seperti ranting atau karung basah, sebuah cara yang menuntut ketahanan fisik ekstra dari para relawan dan petugas di lapangan.

Dukungan Udara dari BNPB

Memasuki hari keempat, upaya pemadaman mendapatkan tambahan kekuatan. Pada Kamis, 6 Agustus 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerjunkan satu unit helikopter water bombing yang didatangkan langsung dari Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kehadiran helikopter ini diharapkan mampu menjangkau titik-titik api yang berada di puncak tebing dan area yang sulit dijangkau tim darat.

"Semoga dukungan ini bisa mempercepat proses pemadaman api yang terjadi di Bromo ini," tutur Gatot menanggapi bantuan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, api masih belum sepenuhnya padam. Petugas gabungan masih berjibaku di lapangan, berusaha mengendalikan kobaran api sebelum meluas ke area yang lebih luas. Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi arahan petugas di kawasan Gunung Bromo.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar