PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik tajam kepada calon senator dari Partai Demokrat, Abdul El-Sayed, dalam sebuah acara kampanye bertema kebijakan pajak di Las Vegas, Rabu (5/8/2026). Kritik tersebut disampaikan hanya beberapa jam setelah El-Sayed memenangkan pemilihan pendahuluan di Michigan, dan langsung menyasar isu sensitif terkait sikap politik sang calon senator terhadap Israel dan komunitas Yahudi. Pernyataan keras Trump ini menambah panas persaingan menuju pemilihan umum November mendatang, di mana El-Sayed akan berhadapan dengan kandidat Partai Republik, Mike Rogers. Serangan Langsung di Atas Panggung Di tengah acara yang bertujuan mempromosikan kebijakan penghapusan pajak atas uang tip dalam "One Big Beautiful Bill Act", Trump tiba-tiba mengalihkan sorotan ke lawan politiknya. Ia mengklaim bahwa hasil jajak pendapat sebelumnya yang memprediksi kemenangan telak El-Sayed adalah sebuah kekeliruan besar. Dengan nada sinis, ia meragukan integritas kandidat Demokrat tersebut di hadapan para pendukungnya. "Jajak pendapat kembali salah ketika mengatakan dia akan menang telak, padahal dia adalah pembenci Yahudi dan pembenci Israel," kata Trump di hadapan hadirin. Tuduhan itu tidak berhenti sampai di situ. Trump terus melancarkan serangan verbal, menggambarkan El-Sayed sebagai sosok yang penuh kebencian dan tidak tulus. Ia bahkan mengejek pernyataan kampanye El-Sayed yang mengaku mencintai semua orang, seraya meragukan konsistensi sikapnya. "Abdul El-Sayed, bisa kalian percaya? Dia pria penuh kebencian, dan sekarang dia berkeliling mengatakan, 'Saya mencintai semua orang.' Dia tidak mencintai semua orang. Jika dia terpilih, kalian akan tahu apa yang sebenarnya dia cintai," ujar Trump. Lebih lanjut, Trump menuduh El-Sayed membenci orang Yahudi dan Israel "dengan semangat yang membara". Ia juga menyebut kebijakan progresif yang diusung lawannya sebagai sosialis dan komunis, serta menambahkan bahwa El-Sayed "penuh omong kosong." Pernyataan-pernyataan ini disampaikan dengan berapi-api, mencerminkan eskalasi retorika politik yang semakin tajam. Reaksi Beruntun dan Konteks Politik Serangan verbal ini terjadi hanya beberapa jam setelah El-Sayed memastikan diri menang tipis atas anggota DPR AS, Haley Stevens, dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk kursi Senat Michigan. Menariknya, sebelum acara di Las Vegas tersebut, Trump sempat menulis di platform Truth Social bahwa kemenangan El-Sayed merupakan "kemenangan bagi Partai Republik." Pernyataan ini seolah menjadi pertanda bahwa Trump akan memanfaatkan kemenangan tersebut untuk menyerang lawan politiknya di panggung nasional. Dinamika ini menunjukkan bagaimana Trump berupaya mengaitkan kandidat Demokrat dengan isu-isu yang dianggap sensitif bagi sebagian pemilih, sekaligus mendelegitimasi kemenangannya di mata publik. Dengan menyebut El-Sayed sebagai ancaman, Trump tampaknya ingin memperkuat posisi kandidat Republik, Mike Rogers, yang akan menjadi lawan El-Sayed pada pemilihan umum November. Pembelaan El-Sayed Di tengah derasnya tuduhan, El-Sayed bukannya tanpa pembelaan. Ia selama ini kerap menghadapi tuduhan antisemitisme dari para pengkritiknya, namun ia dengan tegas membantahnya. El-Sayed menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan ditujukan khusus pada kebijakan pemerintah Israel, bukan ditujukan kepada masyarakat Yahudi secara keseluruhan. Dalam sebuah wawancara dengan "MS NOW" pada hari yang sama, El-Sayed menegaskan komitmennya terhadap komunitas Yahudi. Ia menyampaikan pernyataan yang tegas untuk meredam tuduhan yang dialamatkan kepadanya. "Komitmen saya terhadap keselamatan warga Yahudi sama seperti komitmen saya terhadap keselamatan anak-anak saya sendiri," kata El-Sayed. Ia pun menambahkan bahwa semua pihak memiliki tanggung jawab untuk melawan antisemitisme dalam segala bentuknya, sebagaimana juga harus memerangi Islamofobia. Pernyataan ini menjadi penyeimbang di tengah hiruk-pikuk serangan politik yang dilontarkan oleh Trump, menegaskan posisinya sebagai kandidat yang inklusif dan menolak segala bentuk kebencian.
Artikel Terkait
Kamp Pelatihan Warren Buffett Kecil di China Jadi Tren Liburan, Biaya Capai Puluhan Juta
Rupiah Menguat ke Rp17.923 per Dolar AS di Tengah Meredanya Ketegangan Geopolitik dan Data PDB Kuartal II yang Solid
Investasi Tekstil 2025-2026 Diproyeksikan Serap Hingga 9.800 Tenaga Kerja Baru
Roy Suryo Siapkan Praperadilan Keempat Usai Permohonan Ketiga Ditolak PN Jaksel