PARADAPOS.COM - Jakarta: Sejumlah dosen dan mahasiswa dari Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), tengah mendorong penguatan kompetensi profesional guru akuntansi. Fokus utamanya adalah pemanfaatan teknologi Generative Artificial Intelligence (Generative AI) sebagai alat bantu dalam mengembangkan perangkat pembelajaran dan menyusun karya ilmiah yang berkualitas. Inisiatif ini diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Pemda dan Instansi Pendidikan (PPM-KPIP) yang mengusung tema spesifik tentang peningkatan kompetensi penulisan karya ilmiah berbantuan AI di Jakarta. Kegiatan yang berlangsung di Gedung SFD Lantai 10 Tower B, Kampus A UNJ ini, merupakan respons atas kebutuhan guru di era transformasi digital. Tim pengabdian yang diketuai oleh Sri Widi Lestari, dengan anggota dosen Ati Sumiati dan Wahyu Lestari, sengaja menghadirkan Kusworo sebagai narasumber utama. Ia memberikan penguatan materi seputar pemanfaatan teknologi Generative AI dalam penulisan karya ilmiah, termasuk di dalamnya Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kolaborasi Dosen, Mahasiswa, dan Komunitas Guru Yang menarik dari program ini adalah keterlibatan aktif mahasiswa, bukan sekadar sebagai panitia. Muhamad Gabriel Assofyan, Putri Marsya Ginaura, dan Rahmat Nur Pratama, mahasiswa S1 Pendidikan Akuntansi, dilibatkan sebagai bagian dari implementasi Project-Based Learning (PjBL). Mereka bertugas mendampingi peserta selama sesi pelatihan, membantu demonstrasi aplikasi berbasis AI, memfasilitasi diskusi, hingga memberikan pendampingan teknis langsung kepada para guru. Kegiatan ini pun menggandeng Forum MGMP Akuntansi Jakarta Timur dan Jakarta Pusat. Kolaborasi ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan dunia perguruan tinggi dengan komunitas guru. Tujuannya jelas, untuk bersama-sama meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan akuntansi agar lebih adaptif terhadap kemajuan teknologi. Materi Pelatihan dan Praktik Langsung Tim pengabdian menyusun materi yang relevan dengan kebutuhan guru masa kini. Sesi pertama dibawakan oleh Ketua Tim Pengabdian, Sri Widi Lestari, dengan topik "Peningkatan Kompetensi Guru Akuntansi dalam Penulisan Karya Ilmiah Berbantuan Generative Artificial Intelligence." Pada sesi ini, peserta diajak memahami cara memanfaatkan Generative AI secara etis dan bertanggung jawab. Mulai dari pengembangan ide, penyusunan kerangka tulisan, hingga proses penyuntingan naskah akademik. Memasuki sesi kedua, Kusworo mengambil alih dengan topik yang lebih aplikatif, yaitu "Pemanfaatan ChatGPT, Gemini, dan Canva AI untuk Mendukung Penyusunan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Artikel Ilmiah Guru". Di sinilah para guru mendapat pelatihan praktik langsung menggunakan berbagai platform Generative AI. Mereka diajarkan bagaimana teknologi ini bisa menjadi pendukung dalam menyusun PTK, artikel ilmiah, dan media pembelajaran, yang pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, kreativitas, serta kualitas karya akademik. Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang acara. Sesi diskusi dan tanya jawab berjalan hangat, terutama saat praktik langsung mencoba aplikasi digital. Kehadiran para mahasiswa sebagai pendamping praktik memberikan nuansa belajar yang lebih interaktif. Para guru merasa terbantu karena ada yang memandu secara teknis ketika mencoba berbagai fitur yang diperkenalkan. Dampak dan Harapan ke Depan Melalui rangkaian pelatihan dan pendampingan ini, program diharapkan tidak berhenti pada seremonial belaka. Target utamanya adalah meningkatnya literasi digital guru akuntansi dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang inovatif. Lebih dari itu, para guru diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan bijak dalam memanfaatkan teknologi Generative AI, tentu dengan tetap berpegang pada etika akademik. Bagi para mahasiswa yang terlibat, pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga di luar bangku kuliah. Mereka mendapat kesempatan nyata untuk mengimplementasikan ilmunya, mengasah kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan. Ini adalah bagian dari pembentukan calon pendidik profesional yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat. Pada akhirnya, kegiatan pengabdian ini merupakan wujud nyata komitmen UNJ dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan memberdayakan tenaga pendidik melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, kolaborasi antara dosen, mahasiswa, narasumber, dan komunitas guru ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif. Semua bermuara pada satu tujuan besar: mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di Indonesia.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Takluk 0-3 dari Vietnam, Tiket Semifinal Piala AFF 2026 Terancam
Jia Curated 2026 Digelar di Pantai Pengembak Sanur, Angkat Tema Nature Weave
Rudy Tanoe Kembali Tak Penuhi Panggilan KPK sebagai Tersangka Korupsi Bansos
China Bangun Laboratorium Perlindungan Planet untuk Misi Pengembalian Sampel Mars