PARADAPOS.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mulai dapat dikendalikan setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menerjunkan teknologi Drone Water Spray. Hingga Kamis, 6 Agustus 2026, setidaknya 17 titik api di area terpencil dan berlereng curam berhasil dipadamkan menggunakan drone berkapasitas 100 liter yang menyemprotkan cairan foam. Operasi ini merupakan bagian dari upaya gabungan yang melibatkan petugas darat, truk tangki, serta persiapan mobilisasi helikopter pemadam dari Pangkalan Bun untuk mempercepat penanganan di kawasan yang sulit dijangkau.
Fokus Pemadaman di Lereng Curam
Medan yang ekstrem menjadi tantangan terbesar bagi tim di lapangan. Kawasan Watu Gede, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, menjadi prioritas utama lantaran lokasinya yang terjal dan memunculkan titik api baru. Di sinilah peran Drone Water Spray diuji, mampu menjangkau area yang tidak mungkin dilalui kendaraan roda empat maupun pejalan kaki dengan cepat.
Teknologi ini terbukti efektif menjangkau celah-celah lereng yang selama ini sulit dipadamkan secara manual. Dengan kapasitas tangki 100 liter per sekali penerbangan, drone menyemprotkan foam langsung ke titik api, mendinginkan permukaan tanah yang terbakar, dan mencegah api menjalar lebih luas ke vegetasi kering di sekitarnya.
Strategi Gabungan di Darat dan Udara
Meski drone menjadi andalan baru, petugas gabungan tidak hanya mengandalkan satu metode. Di jalur yang masih bisa diakses kendaraan, penyemprotan air menggunakan truk tangki terus dilakukan secara simultan. Sementara itu, di medan yang benar-benar tidak bisa dilewati, regu darat turun tangan dengan peralatan seadanya—gepyok atau ranting pohon—sembari membuat sekat bakar sebagai upaya preventif agar api tidak merembet ke area lain.
Kerja keras di lapangan ini tidak lepas dari koordinasi lintas instansi. Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah berkomunikasi intensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD Jawa Timur. Dukungan logistik dan personel tambahan pun terus dialirkan ke titik-titik rawan.
Helikopter Pemadam Segera Tiba
Kabar baik datang dari upaya penguatan jalur udara. Dua unit helikopter pemadam dikabarkan telah diterbangkan dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dan ditargetkan segera tiba di Jawa Timur. Kehadiran armada ini diharapkan mampu mempercepat operasi pemadaman, terutama di area yang lebih luas dan sulit dijangkau drone.
"Bersama dengan Kepala BPBD Provinsi Jawa Timur, posisi helikopter sudah diterbangkan dari Pangkalan Bun. Mudah-mudahan hari ini sudah sampai Surabaya dan bisa segera menuju ke Malang," ujar Rudijanta dalam tayangan Headline News Metro TV.
Pernyataan itu menggambarkan optimisme di tengah situasi yang masih menuntut kewaspadaan tinggi. Meski 17 titik api telah berhasil dipadamkan, potensi munculnya titik baru masih terbuka lebar mengingat kondisi cuaca kering dan angin kencang yang kerap terjadi di kawasan pegunungan. Para petugas diingatkan untuk tidak lengah dan terus melakukan pemantauan berkala hingga situasi benar-benar kondusif.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Cetak 1.000 Mushaf Al-Quran untuk Sambut HUT ke-500 Jakarta, Separuhnya untuk Warga Marginal
KSPI Batalkan Aksi Buruh Agustus-September, Pilih Sampaikan Empat Tuntutan ke Pemerintah
Menkum Targetkan 1.000 Lembaga Bantuan Hukum Bermitra hingga 2027
Jakarta Utara Bentuk Lima Satgas Terpadu untuk Cegah Tawuran Hingga ke Tingkat RT/RW